Posted by Ade on Jan 15, '11 6:13 AM for everyone Wajahnya memelas tanpa berkata sepatahpun dengan tatapan mata yang menerawang kosong ke depan, begitu keadaan Andipal (6 tahun) saat ditemui di rumah kakeknya Nukadeus (50 tahun) di desa Taikako dusun Sikautek. Di usianya yang baru 6 tahun ditambah kejadian yang mengerikan tentu saja Andipal mengalami trauma yang sangat hebat. Akibatnya, sulit mengorek keterangan dari Andipal bagaimana kejadian sebenarnya ketika tsunami menghancurkan seluruh dusunnya.
Berkat cerita sepatah-sepatah yang berhasil dikumpulkan oleh kakeknya, neneknya, dan Juniawan pamannya(19 tahun), maka dapat dirangkai menjadi tulisan ini Ketika tsunami melanda dan meratakan habis kampung halamannya dusun Sabeugugug, Andipal bersama ayahnya Frans (36 tahun), ibunya Nurtalina (36 tahun), kakaknya Andi Lita (11 tahun), Tikal (3 tahun), dan Nikma (2 tahun) sedang tidur lelap di rumahnya. Andipal yang kesehariannya dekat dengan Frans, ayahnya, malam itu tidur dalam pelukan ayahnya, maklum karena cuaca sedang gerimis setelah sejak siang hari hujan lebat seolah tak mau berhenti. Setelah dusun Sabeugugug habis rata terbawa tsunami berikut 31 bangunan rumah dan satu gereja, beigtu juga 44 KK dengan 121 jiwa hilang tak berbekas. Dua hari setelah tsunami baru penduduk dari dusun lain berani datang ke dusun Sabeugugug. Di antara yang datang sore itu adalah paman Andipal yang bernama Adolf Bastian. Dari sekian banyak jenazah yang dikumpulkan tidak satupun yang dapat dikenali oleh Adolf sebagai kerabatnya. Akhinya, dengan kesepakatan dari kepala dusun Muntei Baru-baru bernama Nahor (62) dan Kepala Desa Betumonga yang bernama Jen Joseph (48) semua jenazah dikuburkan secara masal. Karena masih penasaran, Adolf Bastian berkeliling menyusuri pantai dan membalik-balik setiap puing atau batang-batang pohon yang ditemuinya. Seharian pekerjaan yang dilakukannya bersama beberapa orang kawannya tidak membuahkan hasil. Di hari ketiga setelah tsunami, sekitar pukul 10 pagi, dari pantai dilihatnya seorang anak berjalan terpincang-pincang dekat pohon kelapa kembar (ada dua pohon kepala yang tumbuh berdekatan). Dengan berlari mereka yang sedang mencari jenazah para korban tsunami menghampiri anak tersebut. Betapa terkejutnya Adolf setelah tahu bahwa anak kecil itu adalah Andipal, anak dari kakak kandungnya yang bernama Nurtalina yang sampai saat itu belum diketahui di mana keberadaannya. Saat ditemukan Andipal tidak memakai baju hanya bercelana pendek, tangan kanannya memegang buah durian setengah matang sementara tangan kirinya memegang papan selancar (surfing) yang sudah terbelah dua. Tanpa banyak cerita Adolf membawa Andipal ke Puskesmas di kecamatan Sikakap untuk dirawat. Ajaib.. tidak ada cedera sama sekali yang diderita Andipal, kecuali haus dan lapar. Setelah berhasil diajak kakeknya untuk bercerita sepatah demi sepatah terungkaplah bahwa saat itu ia terbawa air ke tengah laut dan secara tidak sengaja dia memeluk sepotong papan. Paginya setelah terapung-apung di laut selama dua belas jam dia menemukan sebuah durian yang langsung diambilnya serta tidak pernah dilepaskannya selama dia terkatung-katung di laut. Harapannya Cuma satu dapat membuka buah durian itu untuk dimakan. Rupanya upaya untuk memakan buah durian itu dengan mencari sesuatu di laut untuk dijadikan alat membuka durian membuatnya lupa makan minum, hujan deras, panas terik, selama dua hari dua malam terkatung-katung di laut. Beruntung pada hari ketiga Rabu, 27 Oktober 2010 ombak membawanya ke pantai. Dia terdampar sekitar dua kilo meter dari bekas puing-puing rumahnya. Minggu-minggu pertama ia tinggal dengan kakeknya setiap malam ia sering berteriak-teriak memanggil keluarganya. Tetapi sekarang kebiasaan itu sudah berkurang, hanya sesekali saja. Kegemarannya pada pagi dan sore hari bermain bola di halaman rumah kakeknya yang berukuran 4x6 meter. Rumah kayu tanpa dinding (nyaris tidak layak disebut rumah) beratapkan terpal biru sumbangan dari relawan ditempati oleh 18 jiwa. Mata pencaharian kakek Andipal adalah bertani. Ia menanam talas, pisang, dan ketela pohon di tanahnya yang sempit dengan pengairan tergantung tadah hujan. Dari tanah sempit itulah setiap hari 18 orang menggantungkan harapan hidupnya. Tak pernah sepotong kue pun mereka dapatkan padahal mereka tinggal hanya beberapa ratus meter dari rumah Bupati Mentawai note : saat ini Andipal tinggal bersama kakeknya,karena kedua orang tua dan 2 saudaranya meninggal ditelan dahsyatnya gelombang tsunami . Dia sangat membutuhkan pendampingan untuk mengobati trauma nya dan bantuan biaya pendidikan...adakah kita tersentuh untuk menolongnya...????
Posted by Ade on Dec 10, '10 4:02 AM for everyone Rencana Tahap II.
Misi Kemanusiaan Posko Satu Rasa ,di Pulau Pagai Selatan Berbagi kebahagian dgn Perayaan Natal
bersama pengungsi korban gempa-tsunami Mentawai Dear Rekan-rekan semuanya, Salam Siaga! Dengan berhasilnya Misi Kemanusiaan I yang dilaksanakan pada tanggal 5-16 November 2010 di wilayah Pagai Selatan, dan dengan mengucapkan puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, ternyata masih banyak orang/organisasi/forum/komunitas yang mendukung untuk pelaksanaan Misi Kemanusiaan tahap II di wilayah Pagai Selatan, Kab. Mentawai, Sumatera Barat. Berikut kami sampaikan jadwal pelaksanaan Badge II, yang disesuaikan dengan jadwal Hari Raya Natal berhubung mayoritas penduduk Mentawai beragama Kristen, Katholik dan Protestan. Kami juga mengirimkan rencana bantuan yang telah disesuaikan dengan kebutuhan terkini di lokasi Pagai Selatan. Kepada perorangan/organisasi/forum/komunitas yang berminat ikut bersama ,mohon dapat meinformasikannya kepada kami . Bila bantuan/partisipasi melebihi dari yang dibutuhkan, maka akan disusun schedule baru agar bantuan dapat terkirim secara berkesinambungan. Hasil rekapitulasi pendaftaran ini akan kami kirimkan kembali . Untuk bantuan/partisipasi berupa barang, tenaga/tim, dan uang tunai dapat menghubungi kami. Adapun time schedule pra-pelaksanaan dan pelaksanaan secara general adalah sebagai berikut:
- 3-8 Desember 2010 : Pendaftaran bentuk Partisipasi setiap organisasi/forum/komunitas - 9 Desember 2010 : Pengiriman hasil rekapitulasi pendaftaran Partisipasi dari semua organisasi/forum/komunitas tergabung - 10-11 Desember 2010 : Penyesuaian bentuk Partisipasi (filling the gap dan pengaturan lebih lanjut dengan organisasi/forum/komunitas terkait - 12 Desember 2010 : Fixed Plan terbentuk - 13-14 Desember 2010 : Persiapan lain-lain - 16 Desember 2010 : Keberangkatan Tim Advance - 21-29 Desember 2010 : Pelaksanaan Misi Kemanusiaan Badge II
Sekedar mengingatkan, berdasarkan pengalaman yang sebelumnya, pengiriman relawan dari setiap organisasi/forum/komunitas sebaiknya dibekali dengan perlengkapan pribadi yang cukup dan logistik pribadi selama minimal 3 hari. Juga akan sangat dibutuhkan relawan-relawan yang berinisiatif tinggi karena kondisi lapangan.. Demikianlah rencana ini untuk di follow up secepatnya. Jika rekan-rekan ada masukan, dengan senang hati kami akan menerima. Dan jika ada pertanyaan bisa langsung menghubungi nomor kontak di bawah ini: 1. Ade Rahadian : cell : 081266 5055 68 l email: ade1827@gmail.com 2. Miya Maharani Syahrul : Tel. +62-751-41552 | Fax. +62-751-447965 , Cell.:+62-811-66-4304 , l e-mail. miyasyahrul@gmail.com
KEBUTUHAN MAKANAN : Kondisi korban yang sebagian besar tinggal dalam camp pengungsian, masih membutuhkan bantuan makananan . Terutama makanan yang memenuhi standar gizi yang baik. Bahan makanan : Beras,Sarden,Ikan asin. Abon sapi . Sayur segar : Wortel , Kol , Terong, Timun, Buncis Bumbu dapur : Garam, Bawang merah, Bawang Putih, Cabe, Air mineral Sayuran Sayuran segar dan bumbu dapur akan dikirim secara berkala dari Padang,setiap ada jadwal Kapal ke Mentawai.
HYGIENE KIT: Masalah kesehatan menjadi perhatian khusus untuk para korban yang tinggal di pengungsian. Terutama anak-anak dan Ibu. Bahan : Sabun, Sikat gigi, Odol, Shampo, Kegiatan : Pembagian Hygiene Kit akan diikuti dengan penyuluhan kesehatan kepada para korban. Melatih warga untuk menjaga kesehatan dengan selalu mandi dan mencuci tangan. Untuk anak-anak bisa diberikan penyuluhan dengan cara bermain Pendukung : Dokter,Perawat atau Tenaga Penyuluh Kesehatan MAKANAN KESEHATAN : Banyaknya ditemukan kasus ibu dan anak yang kekurang gizi. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan tentang kesehatan dan diperparah dengan kondisi saat ini yang menyulitkan mereka untuk memperoleh kebutuhan makanan yang cukup dan baik Bahan : Susu balita, Bubur bayi, Biskuit sehat,Vitamin,Obat Cacing anak Kegiatan : Memberi penyuluhan kesehatan kepada Ibu tentang kesehatan Ibu dan Anak. Pengetahuan tentang makanan yang baik untuk balita dan anak-anak Pendukung : Dokter,Perawat atau Tenaga Penyuluh Kesehatan PAKAIAN LAYAK PAKAI : Korban kehilangani pakaian saat bencana terjadi, serta kebutuhan pakaian untuk bisa merayakan Natal Bahan : Baju,Celana untuk semua usia. Pembalut wanita. KUE DAN HADIAH NATAL: Dalam kondisi bencana ini kita dapat ikut berbagi kebahagian dengan korban, membagikan kebutuhan untuk merayakan Natal sehingga dapat mengurangi rasa sedih dan trauma mereka Bahan : Kue- kue kering ,Minuman Sirop , Mainan anak-anak Hadiah dibagikan dalam bentuk paket Natal ANAK CERIA : Pasca bencana gempa dan tsunami, banyak korban yang masih dihinggapi trauma terutama anak-anak. Kegiatan : Bermain dan belajar bersama anak Psikolog Permainan anak Pendukung : Psikolog Terima kasih atas perhatian dan partisipasinya. Posko Satu Rasa Peduli Mentawai Ade Rahadian Coordinator Posted by Ade on Nov 13, '10 2:45 PM for everyone THURSDAY, OCTOBER 25, 2007 Membangun "Tembok Minang" di Pantai Sumatra Barat Oleh Nasrul Azwar Alam dapat memberikan petunjuk tentang tsunami. Pertahanan terbaik Anda adalah pengetahuan dan kesiapsiagaan menghadapi bencana yang tidak dapat dipastikan datangnya itu. Kalimat di atas saya ambil dari situs resmi Badan Meterologi dan Geofisika. Kalimat itu cukup bijak dan memberi pengertian yang mendalam tentang perlunya pengetahuan menghadapi bencana: Ada nilai yang sangat kuat mengaitkan alam, manusia, dan Sang Pencipta. Pengetahuan sendiri membuka keseimbangan hidup bagaimana memahami kejala alam. Maka, membaca fakta sejarah menyangkut gejala dan bencana alam, tampaknya sangat penting. Pengetahuan yang diperoleh dari pembacaan itu, paling tidak akan menyingkap sedikit tabir alam dan membuat kita semakin arif dan peka. Bencana alam datang memang tidak diharapkan. Ia datang tiba-tiba, sekejap, dan seterusnya meninggalkan duka nestapa. Untuk yang seperti ini sudah demikian banyak pengalaman yang kita rasakan. Bagi daerah kita, Sumatra Barat, bencana alam bukan lagi peristiwa alam yang langka: gempa bumi dengan potensi tsunami, tanah longsor, banjir, angin topan, dan gelombang laut besar terasa sudah demikian fasih kita ucapkan belakangan ini. Alam Takambang Jadi Guru Wilayah pesisir Sumatra, terutama Sumatra Barat, merupakan wilayah yang sangat rawan bencana tsunami. Dari fakta sejarah tsunami, wilayah ini sudah sering dilanda bencana tsunami sejak tiga ratus tahun lalu. Bukti adanya bencana tsunami, para pakar geologis membacanya lewat terumbu karang. Faktanya “terpahat” dan dapat “dibaca” pada terumbu karang yang bertebaran di perairan Kepulauan Mentawai. Misalnya, pada 10 Februari 1797 terjadi gempa bumi tektonik dengan bermagnitudo momen 8,7 SR. Pusat gempa di perairan Kepulauan Mentawai. Saat itu, Kota Padang diterjang gelombang tsunami setinggi 4 meter dan menelan 300 orang korban jiwa. Kita dapat membayangkangkan, penduduk Kota Padang ketika itu tentu tidak sebanyak pada saat sekarang. Pada 29 Januari 1833 gempa dengan kekuatan 8,9 SR menggetarkan daerah di pesisir Sumatra Barat, terutama Kota Padang, dan menyulut datangnya tsunami, namun tidak ada catatan berapa jumlah korban jiwa ketika itu. Selain Padang, dalam tahun yang sama, yaitu pada 24 November 1833, Bengkulu diguncang gempa dan tsunami menyapu sebagian wilayah pesisir Bengkulu. Menurut pakar geologi, gempa ini merupakan pengulangan 15 tahun sebelumnya (18 Maret 1818). Semua peristiwa dan bencana alam itu terekam pada terumbu karang yang hidup di perairan sekitar Kepulauan Mentawai dan Enggano. Dan tentu saja untuk mempelajarinya, dibutuhkan pengetahuan. Pengetahuan yang diperoleh itu demi kemaslahatan manusia. Hamzah Latief dari Tsunami Research Group Departemen Geofisika dan Meteorologi Institut Teknologi Bandung (ITB), (Kompas, 15 September 2007), telah membuat simulasi penjalaran tsunami di Padang. Pemodelannya berdasarkan perambatan tsunami di Padang akibat gelombang berskala sekitar 8,7-8,9 skala Richter (SR) pada tahun 1797 dan 1833. Simulasi ini menunjukkan gelombang sampai ke pantai Padang dalam waktu 30 menit dengan ketinggian hampir lima meter. Sosialisasi Belum Maksimal Bagi masyarakat yang bermukim di sekitar pantai barat Sumatra Barat, rentang waktu yang sempit itu, sekitar 30 menit setelah gempa yang dapat memicu tsunami, menjadi waktu yang demikian berharga. Dalam rentang 30 menit itu—pascagempa bumi yang berpotensi tsunami—tentu saja indikatornya diawali dengan perubahan dasar laut secara mendadak diikuti dengan perubahan tempat massa air laut secara mendadak pula. Selain itu, yang paling mungkin dapat menimbulkan tsunami adalah gempa terjadi di dasar laut dengan kedalaman pusat gempa kurang dari 60 km, magnitudo gempa lebih besar dari 6,0 SR, jenis pensesaran gempa tergolong sesar naik atau sesar turun atau terjadi deformasi vertikal dasar laut. Tanda-tanda akan datangnya tsunami di daerah pinggir pantai adalah bau asin yang menyengat dan dari kejuhan tampak gelombang putih dan suara gemuruh yang sangat keras. Tsunami sendiri adalah istilah dalam bahasa Jepang yang pada dasarnya menyatakan suatu gelombang laut yang terjadi akibat gempa bumi tektonik di dasar laut. Bencana tsunami Aceh dan Pangandaran sesungguhnya telah memberi pelajaran, pengalaman, dan pengetahuan yang sangat berharga bagi kita bersama. Paling tidak, dengan pengalaman itu pula sistem peringatan dini akan dapat berkerja secara maksimal dan terkoordinatif. Tapi, apakah sistem peringatan dini ini telah yang dapat bekerja dengan baik sehingga derajat kerusakan dan banyaknya korban bisa diminimalkan? Untuk Kota Padang dan daerah pantai lainnya, hingga kini masyarakat belum tahu persis bagaimana pemerintah membangun sistem peringatan dini itu, dan sejauh mana pula kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah menghadapi bencana tsunami—memang tidak kita harapkan terjadi—jika bencana tsunami itu melanda kota ini? Beberapa kali digelar simulasi di Kota Padang, tampaknya belum maksimal: beberapa sistem belum bekerja dengan baik. Masyarakat yang tinggal di pesisir pantai—yang tergolong dalam rawan dan berada di jalur bahaya, juga belum banyak menerima pengetahuan umum tentang antisipasi tsunami. Memang, setelah terjadinya tsunami di Aceh pada 26 Desember 2004, terutama di Kota Padang, pelatihan tanggap darurat (emergency drill) yang menyertakan penduduk kota ini, terutama yang bermukim di pantai sudah beberapa kali digelar. Sebagai skenario awal prosedur tanggap darurat terhadap bahaya tsunami, menurut pihak terkait, sosialisasinya cukup memuaskan. Namun banyak pihak yang menilai, capaiannya belum maksimal, belum tuntas. Paling tidak, pada pelaksanaannya, tim yang manangani pelatihan ini belum sampai pada pengukuran waktu rata-rata dan paling lama yang diperlukan untuk menuju titik evakuasi yang aman. Misalnya, penduduk yang tinggal di sekitar Pasir Jambak (Pasir Sebelah), karena tidak maksimalnya sosialisasi, kita belum mengetahui waktu rata-rata yang dibutuhkan masyarakat menuju titik evakuasi sampai di jalur aman. Semestinya, hal seperti sudah diketahui masyarakat. Sehingga, rentang waktu lebih kurang 30 menit itu, dapat dimanfaatkan secara baik. Juga hal serupa dialami masyarakat di Puruih, Parupuak, Parak Karambia, dan lain-lainnya. Jalur evakuasi yang dibangun dengan menelan ratusan milyar rupiah menjadi tak ada artinya, seanda masyarakat tidak memahami secara mendalam tentang antisipasi dini bahaya tsunami. Jalur evakuasi akan semakin tak ada gunanya jika masyarakat, karena pengetahuan dan sosialisasi yang minim, mengungsi dengan mengunakan kendaraan roda 4, yang akhirnya menumpuk pada satu titik dan membuat macet, dan hal ini jelas sangat riskan dalam rentang alokasi waktu 30 menit itu. Maka, menjadi sangat penting sekali meningkatkan kesadaran dan kompetensi serta pengetahuan masyarakat yang secara berkala, pemerintah dan pihak terkait mengadakan sosialisasi dan pemahaman emergency response plan, emergency drill, membentuk tim yang tidak birokratif di tingkat kecamatan dan kelurahan. Untuk hal seperti itu, kita merasakan, misalnya, Kota Padang dan juga daerah lainnya seperti Kapupaten Padang Pariaman, Agam, Pasaman Barat, Pesisir Selatan, Kepulauan Mentawai, dan Kota Pariaman, kesiapan institusi dan sistem peringatan dini yang terkoordinir, serta strategi sosialisasi kepada masyarakat secara berkala dan berkesinambungan belum berjalan dengan baik. Hal ini terbukti dengan masih rentannya masyarakat “termakan” isu-isu tsunami dan gempa besar yang tidak jelas sumbernya. Dan isu-isu itu menimbukan kepanikan yang bervariasi di tengah masyarakat dan eksodus besar-besaran yang eksesnya beragam pula: kemalingan, kecelakaan, traumatik, dan lain sebagainya. Membangun Tembok Minang Tulisan sederhana ini sesungguhnya tidak mengesankan bahwa dalam waktu dekat ini akan terjadi bencana di Sumatra Barat, tapi lebih ditekankan pada strategi, bentuk antisipasi, dan kesiapsiagaan masyarakat bersama pemeritah—tentu saja dengan koordinasi yang tegas semua stakeholder—untuk menghadapi ancaman bencana alam berupa gempa bumi yang selanjutnya menimbulkan gelombang tsunami yang dasyat. Selain memberikan pengetahuan yang cukup bagi masyarakat, dan juga menguatkan posisi institusi yang bertanggung jawab terhadap antisipasi bencana alam tsunami, dan pengembangan ilmu pengetahuan tentang tsunami, membangun tembok di sepanjang pantai Kota Padang (jika perlu seluruh pantai Sumatra Barat), merupakan gagasan yang perlu dipertimbangkan. Membangun tembok di sepanjang pantai dengan tinggi dan lebar 20 meter, bukan lagi barang baru. Di salah satu kota di Jepang, pemerintahnya sudah mewujudkannya. Masyarakat Jepang yang akrap dengan gempa bumi yang berpotensi memicu tsunami, “memagar” kotanya dengan tembok raksasa. Saya pernah menonton film dokumenternya, dan masyarakat kota itu menjadi tidak merasa cemas lagi dengan adanya tsunami pascagempa bumi. Hebatnya lagi, di atas tembok itu, dengan jalur kendaraan yang cukup luas (20 meter), munculnya tsunami menjadi tontonan wisatawan. Untuk Kota Padang, saya kira tidak ada masalah jika hal serupa direalisasikan. Kota Padang yang dalam perencanaan tata kotanya menuju kota metropilitan, tentu, mewujudkan pembangunan tembok itu menjadi sangat signifikans. Dampak berdirinya tembok itu, paling tidak akan memberi rasa aman bagi warganya, dan tentu saja, bagi investor yang akan menanamkan uangnya di kota ini. Karena ancaman dasyatnya tsunami sedikit banyak telah diminimalisir. Jika pemerintah kota/kabupten dan provinsi mampu meyakinkan pelbagai pihak untuk mewujudkan Tembok Minang (saya sebut saja seperti ini), bisa jadi ini menjadi proyek pertama di Indonesia, dan mengapa tidak, dapat juga jadi proyek percontohan di negeri ini. Dan yang paling penting, jika tembok ini berhasil direalisasikan, korban jiwa tertekan sangat minim. Apa yang dicemaskan bahwa jika terjadi tsunami—memang Sumatra Barat rawan tsunami—yang diperkirakan akan menelan korban jiwa mencapai setengah juta jiwa, tentu dengan hadirnya Tembok Minang ini, bisa diminimalisir. Selain itu pula, dengan berdirinya Tembok Minang ini, tentu saja akan membuat penduduk menjadi nyaman beraktivitas, dan masyarakat tidak panik lagi ketika terjadi gempa bumi. Yang dipikirkan masyarakat hanya menyelematkan diri dari bahaya gempa bumi. Saya kira, membangun Tembok Minang itu tak akan merusak prinsip-prinsip rencana tata kota, terutama Kota Padang. Karena—jika direalisasikan—pembangunannya hanya melengkapi perencanaan yang telah disusun. Cuma, yang jadi masalah, apakah Pemerintah Kota Padang, Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, pemerintah kabupaten dan kota lainnya, mampu mendudukkan gagasan ini dalam satu frame dan kerangka kerja yang jelas? Untuk saat sekarang, membangun Tembok Minang ini merupakan pilihan yang sangat tepat. Dan sementara, jalur evakuasi yang dibangun pada saat sekarang, saya kira perlu ditinjau lagi, dan dananya bisa dimanfaatkan membangun Tembok Minang itu. Jika tidak dari sekarang kita mulai, kapan lagi! *** Dimuat di Harian Singgalang, Senin, 22 Oktober 2007 Posted by Ade on Nov 4, '10 4:37 PM for everyone SALAM SIAGA !!
POSKO GABUNGAN SATU RASA kembali beroperasional. Tahun lalu kami beroperasi untuk membantu korban Gempa Sumbar 30 September 2009, kini bantuan akan kami tujukan untuk korban Gempa dan Tsunami di Kabupaten Kepulauan Mentawai yang terjadi pada 25 Oktober 2010
Tujuan dibentuknya kembali Posko Gabungan Satu Rasa ini agar kekuatan yang tergalang lebih solid dan memudahkan operasional di lapangan .Mengingat kondisi medan di lokasi bencana tergolong cukup berat dan sulitnya transportasi . Selain itu agar bantuan yang diberikan dapat terkumpul dalam jumlah yang cukup besar dan berarti. Rencanya Tim akan berangkat pada minggu ke-2 bulan November 2010.
Komunitas/Kelompok /Lembaga yang ikut dalam Posko Gabungan ini antara lain: 1. Yayasan Pelita Aksara/Sekolahalam Minangkabau 2. Kaboa Emergency Response Team 3. Kaskuser Regional Minangkabau 4. Forum Tujuh Tiga ITB 5. Global Rescue Network 6. Wanadri 7. Sekretariat Bersama Pecinta Alam Sumatera Barat 8. Maranata Social Services & Crisis Centre (MSSCC) 9. Team & Team Korea 10. dan beberapa forum dan komunitas independen lainnya
Dari komunitas yang telah bergabung ini telah teridentifikasi bentuk bantuan yang akan disalurkan berupa: 1. Medical Service 2. Logistik (Food item dan Non-food Item) 3. Water Purifying (Air Bersih) 4. Trauma Healing
Team yang dibentuk terdiri dari: - 22 orang Medis terdiri dari Dokter,Perawat,Psikolog,Apoteker (dari MSSCC / TEAM & TEAM) - 1 orang dokter (dari KERT) - 2 orang apoteker (dari KERT) - 3 orang mekanik ( KERT dan Fortuga ITB) - 2 orang supporting ( dari KERT & SAM) - sekitar 5 orang distribusi logistik sekalian trauma healing (baru terisi 1 orang dari Kaskuser RM) - Kendaraan Off Road untuk membuka akses jalan darat guna evakuasi dan distrubusi bantuan(Global Rescue Network) Bagi yang berniat membantu saudara-saudara kita korban Tsunami Mentawai, berupa dana dapat mentransfer ke: a/n Yayasan Pelita Aksara Rekening Bank Mandiri : #111-000-5100-777 dan mengkonfirmasi transfer ke : yustisiaputriani@gmail.com Bantuan dalam bentuk barang dapat dikirimkan ke: Posko Gabungan Satu Rasa Sekolahalam Minangkabau Area Jl. Ujung Pandang no. 11, Asratek, Ulak Karang Selatan,Padang, 25135,
Sumatera Barat Contact Person: Miya : 0811664304 dan Agung : 08197554546 Kami membuka kesempatan bagi organisasi, Lembaga,forum, komunitas atau Perorangan untuk bergabung dalam Posko ini. Jika berminat dapat menghubungi nomor-nomor di atas atau email ke : ade1827@gmail.com dan miyasyahrul@gmail.com Apapun bantuan dari Anda akan sangat berarti bagi saudara-saudara kita yang terkena bencana di Mentawai
Mohon bantuan rekan-rekan semua kiranya bersedia men-share note ini kepada yang lain Terima kasih atas perhatian dan bantuannya.. Ade Rahadian Koordinator Posted by Ade on Oct 21, '10 5:08 PM for everyone Beberapa hari setelah gempa besar maka wartawan sangat haus dengan berita tentang dampak terhadap gempa tersebut dan apa yang akan dilakukan beberapa hari kedepan. Hal ini sangat realistis berhubung kekawatiran akan dampak berikutnya sangat tinggi, sehingga berita yang realistis sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan masarakat yang sedang trauma. Sangat tidak realistis apabila berita yang beredar adalah kemungkinan kejadian beberapa tahun yang akan datang, bahkan ratusan tahun yang akan datang. Berita yang tidak realistis dalam skala waktu sangat berbahaya bagi masarakat yang sedang ketakutan, karena tidak membantu keselamatan bahkan menambah kesengsaraan dan merepotkan aparat dalam penanganan paska bencana. Kalau ungkapan tersebut di atas dapat dimaklumi, maka keselamatan masarakat yang sedang ketakutan untuk menghadapi dampak beberapa hari yang akan datang menjadi prioritas utama berita, sehingga berita tentang prediksi gempa besar yang akan terjadi beberapa tahun atau ratusan tahun yang akan datang merupakan berita yang sangat tidak sesuai diungkapkan. Persoalannya adalah bagaimana menyikapi wartawan pencari berita sensasional yang menggunakan momen momen besar paska bencana. Tugas team BMKG ke lokasi bencana 1. Memantau gempa susulan memakai seismograph portable dekat dengan sumber gempa sehingga gempa kecil dapat terpantau dengan baik. 2. Hasil pantauan dapat dilihat langsung oleh masarakat bagaimana perkembangannya setiap hari. 3. Menjelaskan pada masarakat di lokasi pemantauan tentang hasil pantauan yang pada dasarnya adalah penurunan intensitas gempa, baik jumlah maupun skalanya. Prediksi gempa bumi Prediksi gempa bumi masih dalam taraf penelitian. Parameter prediksi adalah lokasi, besarnya dan waktunya. Perkiraan lokasi dan besarnya gempa dapat saja dilakukan, namun tantangan yang paling sulit adalah menjawab kapan gempa tersebut terjadi. Berdasarkan sejarah gempa maka bisa dihitung probabilitasnya; makin kecil gempa maka makin besar probabilitasnya terjadi dilokasi yang memang potensi (seperti di daerah pertemuan lempeng tektonik). Sebaliknya makin besar gempanya maka makin kecil probabilitasnya. Berdasarkan monitoring tanda-tanda pendahuluan (precursor) gempa bumi besar, maka secara fisika bisa kita ungkapkan bahwa apabila materi mengalami stress maka beberapa sifat materi tersebut mengalami perubahan yang dapat di monitor, seperti kepadatan, kandungan air, kandungan electron, sifat kemanignitan, sifat radio aktif dsb. Di daerah pertemuan lempeng tektonik terjadi akumulasi stress akibat tekanan pergerakan lempeng tektonik. Maka bisa dilakukan monitoring perubahan gravitas, electron, kemagnitan, tinggi air tanah, radon (radio aktif), seismic dsb. Sampai saat ini yang dapat dibuktikan adalah setelah gempa besar maka hasil monitoring sebelum terjadi gempa dikaji lagi. Hasilnya memang ada beberapa tanda menunjukkan gejala anomaly tertentu. Namun belum dapat disimpulkan bahwa tanda tersebut menandakan gempa akan terjadi, karena tanda tersebut sering juga muncul tanda tanpa disertai adanya gempa besar. Hal ini membuktikan bahwa prediksi gempa belum konsisten secara ilmiah dan belum dapat dikatakan sebagai teknologi yang dapat dipakai. Cina mengoperasikan system prediksi gempa dengan memakai bermacam sensor seperti GPS (Global, Posisioning System), Gravity, magnit, radon, termasuk gejala tingkah laku binatang. Hasilnya memang beberapa kali sukses, namun lebih sering gagal memprediksi gempa besarSumber : http://www.bmg.go.id/dataDetail.bmkg?Jenis=Teks&IDS=5408481373414691018&IDD=8703625340715551170 Posted by Ade on Sep 17, '09 1:43 PM for everyone Assalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Wadâ'an Yâ Ramadhân, selamat jalan duhai Ramadhan Selamat tinggal kepada dia yang menyedihkan perpisahannya, yang merindukan kami kepergiannya. Untuknya kami punya janji yang dijaga, kesucian yang dipelihara, hak yang dipenuhi.Kami ucapakan padanya salam bagimu wahai bulan Allah yang agung!.Wahai hari raya para kekasih-Nya! Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H. Minal Aidin Walfaizin Izinkan kami sekeluarga dengan segala ketulusan dan rasa Ikhlas menghaturkan MAAF atas SALAH & KHILAF ... semoga Allah SWT karuniakan rahmat serta berkahNYA kepada kita semua selama bulan Ramadhan ini ... Amin! Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh Ade Rahadian & Keluarga
Posted by Ade on Sep 17, '09 7:23 AM for everyone 
Kepada semua keluarga,Saudara,Bapak,Ibu,Om,Tante,Mamak,Etek,Abang,Kakak,Adik,Ponakan,Teman,Rekan ...Saya sekeluarga Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1430 H...Mohon Maaf atas segala kesalahan lahir dan Bathin...
Wassalam, Ade Rahadian & Keluarga Padang - Sumatra Barat
Posted by Ade on Sep 2, '09 2:01 PM for everyone APAKAH PULAU DI MENTAWAI BISA DIJUAL? Oleh : Asosiasi Pariwisata Bahari Mentawai / Mentawai Marine Tourism Association (MMTA) Beberapa hari ini, di Sumatera Barat bahkan di Indonesia terjadi perdebatan ditengah- tengah masyarakat, tentang apakah suatu pulau bisa dijual. Hal ini terjadi akibat pemberitaan dari berbagai media massa tentang telah dijualnya 3 (tiga ) pulau di gugusan Kepulauan Mentawai , sebagaimana yang terdapat dalam situs : www.privateislandsonline.com yang berkedudukan di Toronto, Kanada. Secara terbuka situs tersebut menawarkan akan menjual Pulau Siloinak, Kandui Island Resort, dan Macaroni Island Resort, di bawah judul ‘Islands for Sale in Indonesia’. ditawarkan seharga: - Pulau Silionak US$ 1,6 juta.
- Macaroni Island Resort dijual seharga US$ 4 juta dan
- Kandui Island Resort dihargai US$ 8 juta (50% saham).
Sebelum kita menemukan jawaban dari judul tulisan ini, ada baiknya kita mengetahui tentang aktifitas usaha wisata bahari di Mentawai selama ini, yaitu sebagai berikut : Daerah Kepulauan Mentawai merupakan kawasan yang memiliki potensi besar untuk pengembangan wisata khususnya wisata bahari (marine tourism). Setelah kawasan ini dikenal oleh para peselancar ombak dunia, maka kawasan ini menjadi salah satu tujuan utama bagi peselancar tingkat dunia, diantara peselancar dunia yang pernah datang ke mentawai untuk menjajal kebolehannya adalah Kelly Slater, Joel Parkinson, Taj Borrow, CJ.Hobgood, Mick Fanning, Tom Carrol, Tom Curren dan Andy Irons. Bahkan sampai sekarang sudah puluhan ribu peselancar asing datang kesana menikmati ombak Mentawai yang mempunyai karakteristik tersendiri, dan merupakan potensi yang signifikan, yaitu: - Titik-titik ombak yang ada Mentawai banyak yang berkategori bagus untuk Selancar (Surfing)
- Mentawai masih terbilang sepi dan belum terlalu ramai (crowded) sehingga para peselancar ini bisa lebih puas untuk berselancar
- Mentawai masih alami dan belum terkontaminasi oleh kultur barat modern
- Periode musim ombak yang panjang setiap tahunnya
Potensi inilah yang merupakan daya tarik bagi pengusaha untuk berinvestasi disektor wisata bahari, sehingga dapat mendulang dollar disana. Fakta yang tidak dapat dipungkiri, sebagaimana adegium kelasik yaitu “ ada gula ada semut “, hal itu yang terjadi di Mentawai, banyak pihak yang datang ke mentawai untuk berusaha di bidang wisata bahari. Pengembangan Pariwisata harus memakai prinsip parawisata berkelanjutan, dimana unsur-unsurnya adalah sebagai berikut: 1. Partisipasi Masyarakat setempat harus mengawasi atau mengontrol pembangunan pariwisata dengan ikut terlibat dalam menentukan visi pariwisata, mengidentifikasi sumber-sumber daya yang akan dipelihara dan ditingkatkan, serta mengembangkan tujuan-tujuan dan strategi- strategi untuk pengembangan dan pengelolaan daya tarik wisata. Masyarakat juga harus berpartisipasi dalam mengimplementasikan strategi-strategi yang telah disusun sebelumnya. 2. Keikutsertaan Para Pelaku/Stakeholder Involvement Para pelaku yang ikut serta dalam pembangunan pariwisata meliputi kelompok dan institusi LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat), kelompok sukarelawan, Pemerintah Daerah, Asosiasi Wisata, Asosiasi Bisnis dan pihak-pihak lain yang berpengaruh dan berkepentingan serta yang akan menerima dampak dari kegiatan pariwisata. 3. Kepemilikan Lokal Pembangunan pariwisata harus menawarkan lapangan pekerjaan yang berkualitas untuk masyarakat setempat. Fasilitas penunjang kepariwisataan seperti hotel, restoran, dsb. seharusnya dapat dikembangkan dan dipelihara oleh masyarakat setempat. Beberapa pengalaman menunjukkan bahwa pendidikan dan pelatihan bagi penduduk setempat serta kemudahan akses untuk para pelaku bisnis/wirausahawan setempat benar-benar dibutuhkan dalam mewujudkan kepemilikan lokal. Lebih lanjut, keterkaitan (linkages) antara pelaku-pelaku bisnis dengan masyarakat lokal harus diupayakan dalam menunjang kepemilikan lokal tersebut. 4. Penggunaan Sumber Daya Yang Berkelanjutan Pembangunan pariwisata harus dapat menggunakan sumber daya dengan berkelanjutan yang artinya kegiatan-kegiatannya harus menghindari penggunaan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui (irreversible) secara berlebihan. Hal ini juga didukung dengan keterkaitan lokal dalam tahap perencanaan, pembangunan dan pelaksanaan sehingga pembagian keuntungan yang adil dapat diwujudkan. Dalam pelaksanaannya, kegiatan pariwisata harus menjamin bahwa sumber daya alam dan buatan dapat dipelihara dan diperbaiki dengan menggunakan kriteria-kriteria dan standar-standar internasional. 5. Daya Dukung Daya dukung atau kapasitas lahan perlu dipertimbangkan, meliputi daya dukung fisik, alami, sosial dan budaya. Pembangunan dan pengembangan harus sesuai dan serasi dengan batas-batas lokal dan lingkungan. Rencana dan pengoperasiannya seharusnya dievaluasi secara reguler sehingga dapat ditentukan penyesuaian/perbaikan yang dibutuhkan. Skala dan tipe fasilitas wisata harus mencerminkan batas penggunaan yang dapat ditoleransi (limits of acceptable use). 6. Penataan dan Pemeliharaan Lingkungan Khusus untuk wisata selancar dimana laut yang menjadi tempat atau objek kegiatan wisata tersebut,maka laut beserta lingkungan yang berada didalam dan sekitarnya wajib di tata dan tetap dijaga. Dampak langsung yang dialami laut dan terumbu karang adalah dari kegiatan kapal-kapal pesiar yang buang jangkar. Hal ini dinilai yang menjadi salah satu penyebab rusaknya kawasan karang dan ekosistem laut. Kapal-kapal yang melego jangkar dan membuang limbah sembarangan jelas akan merusak terumbu karang dan ekosistem laut. Wilayah perairan juga merupakan tempat bertelurnya ikan-ikan strategis dengan nilai ekonomi tinggi 7. Mewadahi Tujuan-Tujuan Masyarakat Tujuan-tujuan masyarakat hendaknya dapat diwadahi dalam kegiatan pariwisata agar kondisi yang harmonis antara pengunjung/wisatawan, tempat dan masyarakat setempat dapat terwujud. Misalnya, kerja sama dalam wisata budaya atau cultural tourism Sementara pada saat sekarang yang terjadi dan pihak yang terlibat aktif dalam kegiatan wisata bahari disana, adalah : A. Penduduk Lokal Beberapa tempat di Mentawai, seperti di Sipora Utara dan Siberut Selatan, ada beberapa orang masyarakat lokal memamfaatkan potensi wisata tersebut dengan merenovasi rumah-rumahnya menjadi losmen, yang dapat menampung turis-turis asing yang melakukan kegiatan selancar (surfing) atau wisata bahari lainnya, sehingga mendapat penghasilan tambahan yang sangat lumayan besarnya, karena disamping menyewakan kamar, para turis tersebut juga dapat menerima makanan yang disajikan oleh pemilik “rumah” tersebut, dengan membayar harga makanan tersebut, bahka makanan yang disajikan itu sering dihargai dengan mata uang asing (seperti dollar, Euro dan lain sebagainya). B. Perusahaan-Perusahaan Wisata Bahari. Semenjak terbitnya Peraturan Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai No.16 Tahun 2002, Tentang Wisata Bahari dan Retribusi, sampai saat ini telah berdiri 5 (lima) Perusahaan yang mendapat Izin untuk melakukan kegiatan Wisata Bahari dari Pemerintah Daerah. Sebagaimana yang diatur dalam Perda, maka ruang lingkup kegiatan Perusahaan-perusahaan tersebut terdiri dari : - Resort
Resort merupakan jenis usaha yang berada didaratan dengan menyediakan berbagai macam fasilitas mulai dari penginapan, restoran, dan pelayanan- pelayanan lainnya. Termasuk menyediakan peralatan-peralatan untuk melakukan kegiatan wisata bahari. Saat ini perkembangan pembangunan Resort di Mentawai sudah mulai banyak dilakukan. Mulai dari yang skala kecil hingga skala internasional (full service). Perusahaan yang mempunyai izin wisata bahari di Mentawai, terdiri dari perusahaan PMDN dan PMA, untuk mendapatkan tanah yang akan dipergunakan membangun resort, perusahaan tersebut biasanya hanya mengontrak atau menyewa tanah masyarakat selama 20 atau 30 tahun, dengan pertimbangan agar terjaga eksestensi hak-hak adat terhadap tanah ulayat. Tetapi ada juga Perusahaan yang membeli tanah masyarakat, biasanya Persuahaan ini berstatus Penanaman Modal Asing (PMA). Tanah yang dibeli tersebut dicatat atas nama Perusahaan dengan konsekwensi status tanahnya hanya sampai tingkat Hak Guna Bangunan untuk masa 30 tahun, dan dapat diperpanjang kembali. - Kapal (yacht)
Pada umumnya perusahaan yang telah mendapat Izin untuk melakukan kegiatan wisata bahari dari Pemerintah Daerah, juga mengoperasikan kapal-kapal pesiar (yacht), tiap-tiap kapal biasanya membawa dari 8 hingga 12 orang penumpang dan satu trip selancar ke Mentawai anatara 10-14 hari. Semua fasilitas disediakan diatas kapal (akomodasi, makan, minum, dll) dan kapal-kapal ini juga berfungsi sebagai “floating accommodation” akomodasi terapung. Perusahaan ini pada umum mempergunakan tenaga asing sebagai Marketing Manager, sehingga tidak mendapat kesulitan memasarkan paket wisata langsung keluar negeri melalui internet, majalah-majalah selancar atau langsung ke komunitas-komunitas para peselancar luar negeri.
Para pelaku wisata Bahari Mentawai bernaung dibawah Asosiasi Wisata Bahari Mentawai (MMTA) yang telah menjadi mitra Pemerintah Daerah dalam pengembangan wisata bahari ini. Peraturan Daerah No.16 Tahun 2002 tersebut mengatur jumlah dan kapasitas kapal yang dapat dioperasikan oleh Perusahaan yang mempunyai izin tersebut, setiap perusahaan maksimal hanya boleh mengoperasikan kapal sebanyak 6 (enam ) buah. Dafar 23 kapal legal ada di website MMTA (www.mmta-mentawai.org )
Baik usaha Resort maupun, pengoperasian Kapal mempunyai dinamika dan tingkat kesulitan operasional dan keuntungan yang berbeda-beda. Yang pasti, setiap usaha yang dilakukan harus memenuhi kewajiban mereka untuk memberikan kontribusi bagi pemerintah dan masyarakat setempat, yang dalam Perda tentang Pariwisata Bahari dan Retribusi tersebut diatas, juga memuat ketentuan besaran retribusi yang harus disetor oleh Perusahaan kepada Pemda Kabupaten Kepulauan Mentawai, yaitu US$ 3 (Rp30,000) perorang/perhari yang melakukan kegiatan Selancar Ombak (surfing). C. Kapal Musiman Selain kapal (yacht) yang dioperasikan oleh Perusahaan yang mendapat izin wisata bahari tersebut, juga banyak kapal-kapal dari berbagai macam type dan kelasnya, mulai dari kapal-kapal kayu atau kapal nelayan yang dimodifikasi menjadi kapal selancar hingga jenis kapal selancar mewah (Yacht) milik orang asing dan kapal ini dapat disebut “Kapal Musiman”. Kapal ini juga beroperasi untuk melakukan kegiatan wisata bahari di Kepulauan Mentawai, pada umumnya kapal mewah ini lagsung datang dari luar negeri, seperti dari Australia, Thailand, Singapore dan Malaysia. Walaupun kapal-kapal ini tidak dioperasikan oleh Perusahan yang memiliki Izin Wisata Bahari , namun mereka dapat leluasa meraup dollar dengan membawa tamu-tamu asing untuk main selancar ombak (surfing) diwilayah Kepulauan Mentawai, tanpa adanya hambatan yang berarti dari pihak-pihak terkait. Walaupun Pemda Mentawai pernah bersama-sama dengan Asosiasi Pariwisata Bahari Mentawai tmencoba untuk mencari solusi penyelesaian, teapi sampai sekarang belum dapat cara yang tepat untuk menindaknya bahkan dapat dikatakan tidak dapat berbuat apa-apa, karena pemilik kapal tersebut berlindung dibalik Kewenangan Pihak Pelabuhan (Syahbandar) yang mengeluarkan Surat Izin Berlayar, dengan alasan Surat Izin Belayar berlaku untuk seluruh wilayah perairan Indonesia. Sementara pihak pelabuhan dalam memberikan Surat Izin Belayar tidak pernah mempertimbangan Peraturan Daerah Kabupaten Kepulauan Mentawai tentang Pariwisata dan Retribusi, tetapi hanya mempertimbangkan regulasi dibidang pelayaran. Kalau Pemda Mentawai mencoba melakukan penindakan terhadap kapal musiman ini, maka mereka mengemukakan alasan bahwa kapal-kapal tersebut dapat beroprasi kemana saja diwilayah Indonesia sepanjang memilik Surat Izin Berlayar (SIB). Sebetulnya SIB hanya untuk izin berlayar suatu kapal membawa penumpang dari pelabuhan kepelabuhan, bukan untuk membawa turis melakukan kegiatan wisata bahari diwilayah Kepulauan Mentawai, karena 4 (empat) mil dari pantai kelaut merupakan kewenangan Pemerintah Daerah (Kabupaten Mentawai) Musim ombak didaerah Kepulauan Mentawai setiap tahunnya, biasanya selama 7 (delapan ) bulan mulai dari bulan April sampai Oktober, dan kapal Musiman ini setelah musim ombak berakhir, mereka meninggalkan Mentawai atau Indonesia dan beroporasi dinegara lain. Daftar 22 buah Kapal Musiman ada di website AKSSB ( http://76.162.48.220/index.html ) Kendala-kendala : - Salah satu Kendala yang sangat signifikan yang menimbulkan persaingan usaha yang tidak sehat dan sulit untuk dihindari, yaitu banyaknya Kapal Musiman tersebut beroperasi dan melakukan kegiatan wisata Bahari di Kepulauan Mentawai, dengan leluasa tanpa adanya sanksi yang berarti, padahal dari aspek implementasi Perda No.16 Tahun 2002 tentang Pariwisata dan Retribusi, kegiatan yang dilakukan oleh Kapal Musiman itu adalah kegiatan ilegal.
- Walaupun bagaimana juga Perda No.16 Tahun 2002 tentang Pariwisata dan Retribusi tersebut sampai sekarang meruapakan payung hukum bagi aktifitas wisata bahari di Mentawai. Dengan lemahnya Pengawasan dan implementasi Perda tersebut, maka dari hari kehari makin banyak pihak-pihak tanpa izin yang melakukan kegiatan wisata bahari di Kepulauan Mentawai dan kegiatan ini dapat dikwalifisir sebagai kegiatan “ilegal tourism”, yang berpengaruh besar bagi perusahaan-perusahaan yang mempunyai Izin, karena perusahaan ini diwajibkan untuk membayar berbagai macam pajak, sementara pihak yang tidak mempunyai izin “terbebas” dari pengeluaran-pengeluaran tersebut, sehingga dapat menjual paket lebih murah.
- Pada umumnya usaha-usaha wisata bahari yang ada di Mentawai pada saat ini melibatkanpihak asing, karena tidak lepas dari berapa faktor yaitu :
a. Wisata Bahari, khususnya selancar ombak adalah sebuah ranah khusus karena pasarnya adalah orang-orang asing. Boleh dikatakan tidak ada wisatawan nusantara yang khusus datang ke Mentawai untuk berselancar. Hanya pengusaha asinglah yang mengerti betul bagaimana memasarkan wisata ini serta memberikan pelayanan kepada tamu-tamu mereka.
b. Belum tersedianya fasilitas dan infrastruktur public yang memadai di Mentawai, sehingga dipelukan modal, keberanian, serta teknik usaha tersendiri untuk memulai dan menjalankan Usaha Wisata Bahari di Mentawai.
c. Wisata Selancar adalah jenis wisata minat khusus dengan faktor resiko tinggi. Tidak jarang banyak kecelakaan fatal yang terjadi di Mentawai yang mengakibatkan peselancarnya cidera, cacat atau bahkan hingga meninggal karenanya. Operator-operator selancar asing lebih mengerti penanganan masalah ini dan mereka mempunyai jaringan untuk penyelamatan yang lebih solid serta dipercaya didunia internasional (international medical rescue network)
Disamping kendala-kendala tersebut diatas, ada beberapa hal yang harus dicermati, agar perkembangan dunia wisata pada umumnya, wisata bahari Mentawai khususnya, lebih cepat sebagaimana yang diharapkan semua pihak. Hal-hal tersebut adalah: - Diantara Perusahaan yang mempunyai Investasi riil yaitu perusahaan-perusahaan yang telah mendapat izin Pariwisata Bahari dari Pemda Mentawai, ada juga perusahaan maupun perorangan baik lokal maupun asing yang tidak berniat untuk mempunyai investasi jangka panjang, khususnya para Pemilik “Kapal Musiman”, khususnya yang berbendera asing, mereka tidak melakukan investasi apa-apa, kecuali hanya sebagai pemilik atau operator kapal, dan kapal-kapal tersebut dapat mereka bawa kembali keluar negeri. Lebih ironis lagi banyak kapal tersebut diawaki oleh orang asing, selama beroperasi di Mentawai.
- Kontribusi Positif dari berbagai pihak, baik Perusahaan atau Perorangan, yang mempunyai konsep yang jelas dan terukur, dan konsep ini sebahagian sudah diimplementasikan di lapangan (diwilayah Kepulauan Mentawai) ,tetapi agar konsep tersebut mencapai sasaran, dibutuhkan proses dan waktu, sehingga banyak juga pihak-pihak yang berfikiran negatif terhadap kelompok ini, dan bahkan langsung menjatuhkan stigma yang negatif, seakan-akan kelompok ini hanya sebagai Makelar atau broker. Padahal kelompok ini yang memberikan kontribusi yang besar,khususnya tentang promosi wisata bahari Mentawai kedunia, dan untuk plaksanaan konsep tersebut pasti membutuhkan invesatasi yang besar, dan hal ini tentu tidak mungkin dipikul sendiri, perlu bantuan dari para Investor, baik lokal maupun Luar Negeri, sepanjang memenuhi ketentuan tentang penanaman modal.
- Kalau kita berbicara masalah konsep, maka kita harus melihat kepada perkembangan dunia usaha khususnya usaha IT, diantaranya perusahaan Google, dimana Google hanya mempunyai konsep (sofware), tetapi nilainya lebih tinggi dari investasi ril (hardware), dan masih banyak lagi perusahaan-perusahaan yang sama dengan Google tersebut dalam masalah menilai suatu konsep. Kalau kita kaitkan dengan para Pihak yang menyumbangkan konsep pengembangan Wisata Bahari di Mentawai, maka pihak tersebut bukan hanya menyumbangkan konsep tetapi telah melaksanakan sebahagian konsep tersebut, seperti mengoperasikan kapal-kapal pesiar, membangun sebahagian lokasi-lokasi di titik ombak dan lain sebagainya, pada umumnya kelompok ini, adalah mereka yang pertama menginjakkan kaki untuk melakukan aktifitas surfing di Kepulauan Mentawai.
- Keterbatasan Fasilitas dan dukungan dari Permerintah Pusat terhadap Pemerintah Daerah Kabupaten Mentawai, sehingga tidak optimal memfasilitasi investasi serta pengelolaan usaha dibidang Wisata Bahari, seperti masalah transportasi, infrasruktur, telekomunikasi dan IT.. Ditambah lagi dengan belum adanya keseragaman pola pemanfaatan tanah di Mentawai, agar tidak mengurangi apalagi menghabiskan hak-hak ulayat suku Mentawai.
- Belum adanya implementasi UU No. 27 tahun 2007 – Tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil. Yang dalam undang-undang mengenal dengan adanya Hak Penguasaan Perairan Pesisir , yang menjadi domein aktifitas wisata bahari, kalau undang-undang ini dapat diiplementasikan ketingkat operasional, maka akan tercipta keadaan yang kondusif, yaitu adanya keseragaman sistim disetiap daerah pesisir di Indonesia.
- Kalau kita kembali ke judul tulisan ini, dan setelah membaca uraian diatas, maka dapat dipastikan bahwa tidak ada terjadi penjualan pulau di Mentawai, yang ada hanya; Menjual “ombak”, keindahan alam dan sumber hayati lainnya. Tetapi sebagaimana yang juga disinggung diatas yang harus diwaspadai adanya pihak-pihak yang tidak mengikuti peraturan daerah setempat, tetapi juga dapat melakukan kegiatan “menjual” Ombak. Tepatnya di kepulauan Mentawai yang dijual kepada orang asing adalah produk wisata bahari, seperti surfing, diving, fishing dan eco tourism.
- Regulasi yang berlaku dibidang ke agrarian di Indonesia tidak dimungkinan seseorang menjual pulau, apalagi orang asing. hanya yang terjadi di Mentawai tentang Transaksi jual beli hanya sebatas penjualan saham perusahaan PMA kepada Investor asing atau PMDN kepada Invenstor lokal
Tulisan ini banyak sedikitnya dapat menggambarkan dinamika kegiatan usaha wisata bahari, walapun masih banyak yang belum terungkap, tetapi tulisan ini sudah dapat memberi gambaran tentang kegiatan usaha wisata bahari di Mentawai. Dan kendala– kendala yang terjadi merupakan tanggung jawab kita bersama untuk menyelesaikannya. Padang, 28 Agustus 2009 Posted by Ade on May 13, '09 2:59 AM for everyone Padang West Sumatera has been chosen to host the 3rd annual Sumatera International Travel Fair (SITF), being held June 5 – 8, June 2009, at Pangeran Beach Hotel.
SITF 2009 is a sub-regional activity combining representatives from Indonesia, Malaysia, Singapore, and Thailand. West Sumatera is honored to be Indonesia’s representative and cooperate with our neighboring countries in forming a strong tourism sector.
‘Tropical Adventure’ is the theme for this year’s event. Sumatera promotes a broad range of tourism activities. From the adventure seeking treks into the jungle and sunrise volcano climbs, to those looking to relax on beautiful beaches and swim in warm equatorial waters.
SITF 2007 was held in Medan, North Sumatra, SITF 2008 & 2009, hosted in Padang. SITF 2009 is a collaboration between the West Sumatra Tourism Stake Holders (PHRI, ASITA, HPI, AKSSB), the North Sumatran Tourism Board, the West Sumatra Officials of Culture and Tourism, and is supported by the Indonesian Ministry of Culture and Tourism. Total of 60 indoor booths are available at the exhibition, as well as a stage for art and entertainment presentations. Outdoor booths are also available for product placement. BOOTH / STAND: 3 x 3 meter - includes: lunch, dinner, and program pass for 2 (two) delegates – Rp. 6,000,000 Additional delegates per booth: Rp. 350,000 per delegate. Includes all facilities as above. BUYERS Buyers is by invitation only and subjected to fee Rp.1.500.000,- / buyer. That fee Inclusive of 3 nights accommodation with meal, free transfers service from/to airport and other facilities (meeting, tours, dinner, function, etc). Contact the committee if you have an interest to be a buyer. SCHEDULE
Friday, June 5: All participants (buyers & delegates) are asked to be in Padang on Friday, June 5, 2009.
2:00pm: weather permitting and enough participants, a short boat tour is being offered to buyers and delegates to view the beautiful coastal islands of west Sumatra.
7:00pm: a welcome dinner will be hosted by the West Sumatran Governor, Mr. Gamawan Fauzi, at his residence in Padang. Saturday, June 6th: Morning: Opening ceremonies hosted by Indonesia’s Minister of Culture & Tourism, Mr. Jero Wacik, followed by a walk through booth inspection. Doors are then opened to the public. In addition to SITF 2009 activity booths, Tourism Forum and Business Contact (gatherings, meetings, lectures, meet, etc ) are organized for information exchange and networking. Sunday, June 7th: An MITTA Gathering will function parallel to the SITF activity section. Delegates and Buyers are encouraged to attend and learn from the experts.
Afternoon: Closing ceremonies and farewell party (in the activities room), followed by booth dismantling will complete the SITF 2009 public event.
Monday, June 8th: 8:00am: Join us on a historic E1060 steam train ride through the spectacular hills of West Sumatra. This scenic 80km ride starts in Padang and weaves its way through tropical jungles to the hillside city of Padang Panjang.
HOTELS
SITF 2009 OFFICIAL HOTELS: Bumiminang Hotel **** Pangeran Beach Hotel **** (venue site) Ambacang Hotel *** Rocky Plaza Hotel *** Inna Muara Hotel *** Bumiminang, Ambacang, and Inna Muara are convienently located near each other.Rocky Plaza is located in the downtown area near Matahari Supermarket, and the Pasar Raya (public market). Pangeran Beach Hotel is located approx 4km north from these hotels. TOURS All participants of SITF 2009 are invited to participate in organized tours of beautiful West Sumatra. Transport for the Tours are offered free of charge by the organizing committee and supporting partners. PRE-TOURS: - depending upon weather & number of participants
Marine Tours: AKSSB Yachts/Charter Boats will take participants on a coastal tour of West Sumatra’s off shore islands. Leaving from Bungus Harbor, the cruise will take us south, past sandy beaches, beautiful bays, and epic scenery, to Cubadak Island in the Pesisir Selatan Area. Heading back north, we will stop at Sikuai Island Resort for afternoon tea or coffee, and return to Padang. Indonesian Cement Museum:
Padang is home to the oldest Cement Factory in South East Asia. PT. Semen Padang, built in 1910, has been operating for 99 years providing jobs, and economic stability to this community. To commemorate its centennial birthday in 2010, Semen Padang will break ground to launch their new ‘Factory Heritage’ Museum. SITF 2009 and Semen Padang invite all participants to join us on this educational tour of the cornerstone of our local industry. POST TOUR: Mak Itam: Don’t miss the chance to experience the old ‘MAK ITAM’ E1060 steam train ride to the hillside city of Padang Panjang. On board Mak Itam, you can experience what it was like to ride through the scenic hills of West Sumatra, and enjoy a unique view of the area. A tour of Padang Panjang and lunch are provided before heading back to Padang. Extension tours are available for those wanting to extend their stay in West Sumatra. The SITF 2009 organizing committee is happy to prepare bus transportation for those wanting to continue on to Bukittinggi located 20 minutes north of Padang Panjang. Posted by Ade on May 5, '09 2:28 PM for everyone Pengguna handphone di pesawat saat ini harus hati-hati. Kalau ketahuan, akan didenda Rp 200 juta. Denda itu sesuai dengan Undang-Undang No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan.
Kita harus akui bahwa seringkali ketika pesawat baru saja landing dan menuju ke tempat penurunan penumpang (belalai gajah), banyak orang yang sudah menyalakan HP. Walaupun sudah mendarat tetapi hal ini belum sepenuhnya aman. Jikalau pesawat kehilangan komunikasi dengan menara control maka hal ini sangatlah berbahaya… Menurut sumber informasi yang didapat dari ASRS (Aviation Safety Reporting System) HP mempunyai kontribusi yang besar terhadap keselamatan penerbangan. Banyak kasus kecelakaan pesawat disebabkan oleh HP… Inilah gangguan2nya: (sumber ASRS) 1.Arah terbang melenceng 2.Indikator HSI (Horizontal Situation Indicator) terganggu 3.Gangguan penyebab VOR (VHF Omnidirectional Receiver) tak terdengar 4.Gangguan sistem navigasi 5.Gangguan frekuensi komunikasi 6.Gangguan indikator bahan bakar 7.Gangguan sistem kemudi otomatis (Semua gangguan diatas diakibatkan oleh HP) 1.Gangguan arah kompas komputer 2.Gangguan indikator CDI (Course Deviation Indicator) (Semua gangguan diatas disebakan oleh alat2 elektronik seperti CD atau gameboy) Dengan melihat daftar gangguan diatas kita bisa melihat bahwa bukan saja ketika pesawat sedang terbang, tetapi ketika pesawat sedang bergerak di landasan pun terjadi gangguan yang cukup besar akibat penggunaan HP. Kebisingan pada headset para penerbang dan terputus-putusnya suara mengakibatkan penerbang tak dapat menerima instruksi dari menara control dengan baik… Untuk diketahui, HP tidak hanya mengirim dan menerima gelombang radio melainkan juga meradiasikan tenaga listrik untuk menjangkau BTS (Base Transceiver Station). Sebuah HP dapat menjangkau BTS yang berjarak 35 kilometer. Artinya, pada ketinggian 30.000 kaki, sebuah ponsel bisa menjangkau ratusan BTS yang berada dibawahnya. (Di Jakarta saja diperkirakan ada sekitar 600 BTS yang semuanya dapat sekaligus terjangkau oleh sebuah ponsel aktif di pesawat terbang yang sedang bergerak di atas Jakarta)… Info lengkap siaran pers DirjenPostel http://www.postel.go.id/update/id/baca_info.asp?id_info=571
Posted by Ade on Apr 24, '09 2:00 PM for everyone  Pengurus Besar Ikatan Sepeda Seluruh Indonesia (PB ISSI) bekerjasama dengan Departemen Parisiwisata RI dan Pengprov Sumatera Barat akan menggelar Lomba Balap Sepeda Tour de Singkarak,pada tanggal 30 April sampai 3 Mei 2009. PB ISSI optimistis lomba balap sepeda Tour de Singkarak yang pertama kali digelar di Sumatra Barat April mendatang menyamai Tour de Langkawi.dan ini akan menjadi event yang sangat positif dalam rangka promosi pariwisata daerah Sumbar.
Menurut Phanny Tanjung, ketua organisasi atlet balap sepeda itu, siang ini menyatakan lomba dengan total hadiah US$60.000 itu bisa menjadi event tahunan Tour de Langkawi yang menjadi ajang balap sepeda dengan kategori tertinggi di Asia. “Target kita, paling tidak 15 negara bisa mengirimkan atlet-atlet balap sepedanya di ajang ini,” katanya, Senin (19/1).saat lounching Tour of Singkarak di Kantor Depbudpar Jakarta. Menurut Sofyan Ruzian, wakil sekjen PB ISSI, pihaknya sudah mengirimkan undangan ke 44 negara. Sedangkan dari dalam negeri, pihaknya berharap minimal 7 klub balap sepeda bisa ambil bagian dalam balap yang mengambil jarak tempuh 460 km tersebut. Atlet PAL pun diperbolehkan ikut, baik atas nama tim nasional maupun klub. Diperkirakan,pembalap-pembalap profesional Asia akan ambil bagian di ajang Tour de Singkarak ini,Namun, pihak panitia sampai saat ini belum menerima konfirmasi.“Diharapkan dalam beberapa hari ini kami sudah menerima daftar peserta yang memastikan ikut,” ujar Sofyan. Start akan dimulai dari kota Padang menuju Bukitinggi dan finis di danau Singkarak dengan rute sekitar 456 km yang akan ditempuh dalam 5 etape. Panitia menyediakan total hadiah sebesar 60 ribu dolar AS atau sekitar Rp6,6 miliar. "Team yang diundang dengan 44 kategori Pro Contonental Team dari Eropa dan AS, Continental tim, national tim dan club tim. Sejauh ini yang sudah konfirmasi ikut serta adalah 15 tim dari luar negri a.l Jerman, Swiis dan Belanda," ujarnya usai jumpa pers mengenai Tour De Singkarak di Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.
Wakil Gubernur Sumbar Prof DR.H.Marlis Rahman,MSc,mengatakan Tour de Singakarak menjadi lomba balap sepeda jalan raya yang pertama di luar Jawa dan sekaligus memiliki keunikan karena dipadukan dengan kegiatan seni dan budaya. Dengan jarak tempuh 456 km akan dilalui selama tiga hari dan tiap tiba di satu etape peserta mendapat hiburan kesenian sehingga dapat menikmati atraksi budaya maupun kuliner di samping melewati obyek wisata andalan Sumbar.ujarnya. Disinggung soal kesiapan jalan yang akan dipergunakan sebagai ajang Tour de Singkarak,Pada prinsifnya seluruh jalan sudah siap dipakai hanya ada di beberapa daerah kabupaten singkarak jalannya sudah bagus tapi dijalan banyak polisi tidur saya berharap kepada bupati setempat agar secepatnya jalan ini diperbaiki dipastikan dua minggu sebelum acara seluruh jalan sudah siap dipakai bahkan ada beberapa team sudah sempat mencobanya. " Depbudpar dan Pemprov Sumatra Barat mengeluarkan sedikitnya Rp 16,7 miliar. Para pembalap yang akan berpartisipasi di event ini dari peringkat 1-100 Asia, terbanyak di peringkat 30-40. Penyelenggara belum mampu mengundang tim pembalap terkenal selama tiga hari biayanya sekitar US$1,5 juta," ujar Sofyan. Sementara itu, Jamaludin Mahmood, penasehat Tour de Asia yang juga commissaire Organisasi Balap Sepeda Internasional (UCI) dari Malaysia mengatakan pembalap Ghader Mizbani dari Iran, juara kategori Asia Tour de Langkawi 2004 dipastikan akan berpartisipasi dalam Tour de Singakarak. Menurut dia event Tour de Singkarak ini sudah masuk dalam website UCI sehingga menjadi agenda yang diperhitungkan para pembalap dunia. Dari 44 undangan yang disebarkan sebenarnya respons semua positif tapi akhirnya 15 tim yang dipastikan berpartisipasi. "Jumlah peserta 15 tim merupakan suatu permulaan yang baik. Saya optimistis sekali event ini akan menjadi salah lomba satu balap sepeda Indonesia yang bergengsi," kata Jamaludin Mahmood. "Penyelenggara Tour de Singkarak tidak perlu berkecil hati dengan keterbatasan dana karena pembalap peringkat Asia sudah akan berpartisipasi. Apalagi konsepnya memadukan olahraga dan seni dan budaya," katanya. Disamping itu bakal ada juga lomba spesial sepeda ontel sebagai hiburan untuk memicu motivasi masyarakat agar mau menggunakan sepeda. Di acara puncak, panitia akan menggelar orkestra dipadukan dengan musik daerah yang dipimpin oleh musisi Dwiki Dharmawan. (sumber : sentrajakarta.com & tourdesingkarak.com)
Posted by Ade on Mar 21, '09 4:47 PM for everyone BIKA Jajanan ini dapat ditemui disepanjang jalan antara Padang Panjang menuju Bukittinggi, tepatnya didaerah sekitar Koto Baru. Salah satu yang cukup terkenal dan ramai dikunjungi adalah Bika Si Mariana. Penganan ringan ini tebuat dari tepung beras yang dalamnya diisi gula merah dan parutan kelapa dan aroma kayu manis.Terasa manis dan gurih saat digigit. Yang menarik adalah sambil menunggu pesanan,kita bisa menyaksikan langsung proses pembuatan Bika tersebut. Adonan Bika yang sudah dimasukan kedalam belanga akan dibakar dengan api besar yang menyala dari sisi atas dan dasar belanga. Hingga bika matang. Setelah matang bika akan dibungkus dengan daun jati dan siap dibawa pulang.
NASI KAPAU Kapau sebetulnya adalah nama sebuah nagari/desa di Bukittinggi yang terkenal dengan dengan masakan khasnya berupa rendang,dendeng balado dan gulai itiak lado mudo. Khasnya rendang Kapau disajikan bersama kentang bulat kecil. Selain itu ,lauk pauk yang menyertai sajian nasi kapau adalah Gulai Tunjang,Ikan Mas,Ayam Balado dan Gulai Cubadak (nangka muda) plus kol,kacang panjang dan rebung. Kalau berkunjung ke Bukittinggi, nasi Kapau yang cukup popular dan banyak disinggahi adalah Nasi Kapau Uni Lis di Pasar Atas Bukittinggi. Lauknya biasanya rending ayam yang disajikan bersama kacang merah…Agak terasa pedas memang tapi untuk daerah sedingin Bukittinggi Nasi Kapau memang terasa nikmat sekali…
GULAI ITIAK LADO MUDO Masakan bebek cabe hijau ini terlihat mencolok dengan siraman cabe hijau diatas daging bebek yang gurih dan lembut.. Sekilas terlihat rada takut juga makannya ..pedaaas.. tapi ternyata pedasnya tidak membuat lidah panas , karena memang murni dari cabe hijau. Daging bebeknya dipilih dari bebek jantan agar lebih empuk. Seekor bebek dipotong menjadi empat, tak heran menikmati satu potong masakan ini terasa cukup mengenyangkan… Sajian Gulai Itiak Lado Mudo ini dapat ditemui di Rumah Makan Ngarai, dibawah Ngarai Sianok,dipinggir jalan menuju Ngarai Sianok yang terkenal itu. Di Warung sederhana ini , kita juga bisa memilih beberapa menu lainnya seperti cancang daging, kambing, ,ikan bakar dan ayam panggang. Kedai ini buka dari pukul 06.00 dan akan padat pengunjung saat jam makan siang tiba. Biasanya jam 20.00 mereka sudah kehabisan . Bagi anda yang ingin membawa gulai itiak lado mudo sebagai oleh-oleh, warung ini juga telah menyediakan gulai yang dibekukan dan siap dibawa pulang..
IKAN BADA & RINUAK DARI DANAU MANINJAU Dibalik keindahaan Danau Maninjau tersimpan ragam kuliner yang sangat khas dan hanya ditemuai disekitar danau tersebut yaitu ikan Rinuak dan ikan Bada. Kedua jenis ikan ini berukuran kecil seperti ikan teri (ikan rinuak lebih kecil dari ikan bada) dan hanya hidup didasar danau Maninjau.
Ikan ikan ini biasanya digoreng kering lalu disajikan dengan sambal tomat atau sambal dabu-dabu. Ikan Rinuak juga biasa dibuat Palai Rinuak, yaitu cara ikan dibungkus dengan daun pisang dan dibakar di atas bara api…Pas banget disantap bersama nasi hangat sambil menikmati keindahan Danau Maninjau….alaaah ..mak .. lamak bana.. Selain Bada dan Rinuak, ada juga siput-siput kecil yang biasa direbus dan ditumis hanya dengan bawang goring,garam dan irisan cabe sehingga terasa gurih dan sedikit pedas.. Atau Pensi,semacam kerang air tawar dari danau ini yang dimasak seperti sup..bakal menambah nikmatnya bersantap di Danau Maninjau..
SATE MAK SYUKUR Siapa yang tidak kenal sate Padang..bagi anda penyuka sate pasti tidak akan melewati sate yang satu ini..Sate Mak Syukur di Padang Panjang.. Sate Mak Syukur, yang juga sering disingkat SMS ini, mempunyai kekhasan pada rasa sate, dan terutama di rasa kuah. Daging yang dipakai untuk sate Mak Syukur diambil dari bagian rusuk serta punuk sapi. Pada bagian ini, daging yang dihasilkan tidak terlampau keras namun masih mengandung lemak.Lemak inilah yang membuat rasa sate nikmat. Namun, lemak tidak diikutsertakan manakala sate sudah akan dibakar dan disajikan Selain daging sapi, bagian lain yang juga dijadikan sate adalah usus, jantung, dan lidah sapi, bagi mempunyai kadar kolesterol tinggi sebaiknya berhati-hati karena kandungan kolesterol pada usus sapi ini tergolong tinggi. Meskipun ada ancaman kolesterol, ketiga jenis sate ini tetap saja laris.Sate usus, lidah, dan jantung sapi ini biasanya cepat habis karena banyak peminat. Kalau sudah siang, pasti sulit mendapatkan sate jenis ini Satu porsi SMS berisi tujuh tusuk sate, serta dua buah katupek ukuran kecil atau satu katupek ukuran besar. Pengunjung bisa memesan sate daging, usus, jantung, lidah sapi, atau kombinasi semuanya. Sate bersama katupek ini kemudian diguyur dengan kuah kuning kental yang masih hangat. Cara penyajian sate tidak selalu dicampur dengan kuah. Konsumen juga bisa meminta agar sate dihidang atau disajikan terpisah dari kuahnya. Bila begitu, sate akan disusun di satu piring, sementara setiap konsumen mendapatkan satu porsi katupek yang sudah diberi kuah hangat. Pembeli bebas memilih sate yang dihidangkan, dan menyelupkannya di kuah sebelum disantap bersama katupek. Setoples kerupuk jangek alias kerupuk dari kulit sapi atau kulit kerbau juga disajikan untuk teman makan sate. Ukuran kerupuk yang tergolong besar—yakni sekitar 15 sentimeter persegi—bisa juga digunakan untuk menyendok kuah. Senada dengan desain rumah makan yang sederhana, sate Mak Syukur ini disajikan di piring kaleng. Sajian menjadi berkesan dengan alas daun pisang yang menutupi seluruh sisi piring. Daun pisang yang dipilih adalah daun pisang yang masih berwarna hijau. Daun pisang ini bisa juga disobek untuk dijadikan sendok kuah. Disajikan lengkap dengan bawang goreng, satu porsi sate ini cocok dinikmati di tengah suasana dingin Kota Padang Panjang yang terletak di perbukitan. MARTABAK KUBANG / MESIR Martabak Kubang merupakan varian dari martabak mesir. Kubang adalah nama sebuah desa di Payakumbuh, Sumatera Barat. Nah, martabak kubang adalah perwujudan rasa Timur Tengah, dipadu dengan ramuan bumbu Padang yang khas. Jajanan ini banyak ditemui di hamper semua kota di Sumatera Barat. Bahan dasar martabak kubang sebenarnya sama dengan martabak telur lain. Tepung dan telur, itu pasti, plus daging cincang yang dibumbui. Bumbu daging cincang inilah yang agak berbeda, karena kaya dengan rempah-rempah layaknya masakan Padang. Ada kapulaga, kayu manis, isi buah pala, jahe, cengkeh, dan lada. Rasa khas Padang, ya, di rasa daging kubang ini. Selain rasa daging dalam martabak nan tajam, ada pelengkap lain yang membedakan martabak kubang dengan kawan sejenisnya. Yakni, kuah khas kubang. Kuah ini merupakan campuran kecap asin, kecap manis, cuka, bawang bombai, tomat, dan irisan cabai hijau. Martabak kubang tidak menggunakan telur bebek sebagai campuran. Seluruh adonannya menggunakan telur ayam ras. Penganan lainnya adalah Roti Cane,disebut roti memang demikian adanya. Berbentuk lembaran bulat dengan bahan baku tepung gandum, susu bubuk dan telor. Makanan ini sering disantap bersama taburan gula. Bagi yang ingin menukar selera bisa juga dicampur menggunakan kuah kari daging kambing atau daging ayam. Hmm...nikmat. Roti Cane yang hendak dijual biasanya digoreng di atas wajan sedikit minyak, beberapa saat setelah kita melakukan pemesanan. Aroma harum mentega tercium, saat roti khas India ini dimatangkan di atas wajan panas. Bundar berlapis-lapis dan rasanya sangat renyah gurih. Saat dicocol kuah kari kambing yang kental, alamaak...sedap nian rasanya! Dikota Padang jajanan ini bisa dinikmati di Restoran Kubang di Jl.M.Yamin dan Jl.S.Parman Ulak Karang. ES DURIAN Sajian yang satu ini memang cocok sekali dengan kota Padang yang panas..Segaarr.. Tapi jangan bayangkan durian yang tersaji dalam es adalah durian utuh. Isi semangkok es durian hampir sama dengan es campur, ada potongan cincau hitamnya, ada bubur pacar dan kelapa muda yang ditutup es serut. Diatas es serut ini akan dibanjiri dengan bubur durian dan di beri sedikit susu kental manis coklat sebagi pemanis.. Di Padang es durian bisa di temui didaerah Simpang Pulau Karam. Ada dua warung yang cukup terkenal dengan es duriannya. PANGEK IKAN Pangek ikan adalah masakan khas Ombilin, Solok. Daerah tempat ditemuinya ikan bilih satu-satunya daerah penghasil ikan bilih di Indonesia. Pengek ikan berwarna merah, karena menggunakan banyak cabe, persis seperti sampadeh ikan. Bedanya, rasa pangek ikan lebih asam, dan campurannya berbeda dengan sampadeh ikan. Jenis ikan yang digunakanpun berbeda. Pangek ikan menggunakan ikan gabus dengan warna daging yang putih dan ukuran sedang. Pangek ikan ini memiliki campuran singkong. Berbeda dengan sampadeh ikan, yang campurannya adalah kentang. Bumbu pangek ikan sangat khas, sehingga rasanya juga khas, pedas-pedas asam. Bagi Anda yang tak berselera makan, cobalah mencicipi pangek ikan. Masakan ini akan menggugah selera dengan syarat, ikan yang digunakan harus segar. Biasanya, pedagang juga mencampurkannya dengn ikan bilih, karena pangek ikan merupakan masakan khas Ombilin. IKAN BILIH Ikan Bilih mungkin tidak asing lagi bagi warga Sumatera Barat, jenis ikan yang seukuran jempol ini merupakan ikan khas Danau Singkarak. Uniknya lagi, ikan ini hanya ada di Danau Singkarak, sehingga makanan yang satu ini sangat khas, pastinya lagi jenis Ikan ini tidak akan ditemui di luar Sumatera Barat. Agar tidak membosankan menikmati ikan bilih, saat ini pecinta kuliner meramu ikan tersebut menjadi cemilan yang gurih. Salah satunya dengan menggoreng ikan tersebut dengan beragam campuran rasa. Diantaranya Ikan Bilih Goreng Tepung, sesuai dengan namanya ikan ini digoreng dengan menggunkan tepung. Lebih gurih tepung tersebut dicampur dengan sejumlah rempah sehingga rasanya hhm..Tidak hanya itu ikan goreng tepung juga dibubuhi wijen, sehingga seluruh cita rasa berpadu dalamnya. Ikan bilih goreng tepung ini dikemas dengan kemasan ukuran plastik sedang, camilan ini sangat cocok dijadikan oleh-oleh. Tidak mesti ke Singkarak, sebab camilan ini juga tersedia di sentra oleh-oleh yang ada di Kota Padang. GORENG JARIANG (JENGKOL) Tak lengkap rasanya jika menu satu ini tidak hadir sebagai menu pendamping pada waktu makan.Bahkan hampir setiap rumah makan yang menyediakan masakan minang menyajikannya sebagai salah satu menu andalan yang disukai banyak konsumen.Selain rasanya yang "kamek" dan baunya yang khas, menu goreang jariang (Jengkol) mampu membuat penyukanya menjadi ketagihan. Meski dapat menimbulkan efek negatif seperti bau mulut tak sedap dan dan efek pada ginjal, namun tetap saja dirinya selalu meminta menu tersebut dihidangkan saat tengah makan di rumah makan atau restoran padang. Untuk mengurangi efek negatif pada kesehatan jika mengkonsumsi menu ini berlebihan. Sebelum dimasak, jengkol terlebih dahulu direbus dengan banyak air sampai kulit mengelupas. Setelah ditiriskan, bahan ini kemudian di rebus lagi dengan dibubuhi sedikit garam dan sedikit kapur. Jengkol kemudian dikeprek sampai agak pecah-pecah, lalu goreng dengan minyak yang sedang panasnya. NASI SEK Yang satu ini hanya ada di kota Pariaman ..Hidangan ini sebetulnya tidak beda dengan nasi Padang kebanyakan tapi karena pakai istilah SEK segala inilah yang membuat orang jadi penasaran..Kok Nasi Sek??? “Nasi Sek" pertama popular sekitar tahun 80 an, Nasi SEK artinya ”nasi SEratus Kenyang”. Waktu itu, nasi yang lengkap dengan lauk-pauknya itu harganya hanya seratus rupiah. Murah memang. Namun seiring perkembangan zaman dan naiknya harga kebutuhan harga nasi ini memang tak mungkin lagi seratus rupiah. Meski begitu, nama nasi sek masih tetap menjadi istilah sampai sekarang. Namun tetap murah meriah bila dibanding hidangan restoran atau rumah makan pada umumnya. Nasi Sek banyak dijual di sekitar objek wisata Pantai Pariaman. Berbeda dengan hidangan rumah makan pada umumnya, nasi sek sendiri disajikan dengan wadah daun.pisang. Memang itulah salah satu ciri khas dari nasik sek, yang biasanya dilengkapi dengan aneka lauk pauk, mulai dari ikan bakar, ikan gulai, goreng cumi-cumi, serta tidak ketinggalan pula sala lauak yang menjadi ikon makanan tradisional Kota Pariaman.
* * * * * * * * * * note : ..mungkin ada masukan,info atau tambahan dari rekan-rekan..
dengan senang hati saya persilahkan....
Bersambung....  
Posted by Ade on Feb 27, '09 1:41 PM for everyone Ibu Saat kau terduduk dalam lelah yang sangat aku khawatir aku rasakan salah bergumpal-gumpal Ibu saat kau menasehatiku aku mengerti Aku paham semua harapanmu Ibu saat melihatmu menangis Aku hancur Saat melihatmu sakit Aku hancur aku tak kuat Karena air matamu adalah butiran-butiran kristal dari lelahnya sebuah perjuangan disitu tercetak dosaku Karena sakitmu adalah tumpukan beban-beban yang kau bawa disitu pula tercetak dosaku Melihat itu semua aku bisa apa? aku tak kuat aku rasakan salah amat sangat Rasanya percuma aku pergi mengejar cita-cita Kalau ibu lelah dan sakit aku diam saja aku rasakan salah amat sangat Satu hal yang menenangkanku akan dirimu Bu’ Pada saat kau duduk kelelahan memandangi anakmu dengan kebahagiaan Kurasa malaikat di langit melimpahkan shalawatnya kepadamu dan Tuhan berikan senyuman rahmat-Nya khusus untukmu * * * * * Hari ini 27 Februari 2009, tepat 2 tahun Ibunda Berpulang.... Semoga Ibu tenang istirah disisi Allah.. di pagut kelembutan NurNYA.... Doa-doa kami anak-anak Ibu akan selalu mengalir setiap saat... We Love You IBU..Forever.. Posted by Ade on Dec 26, '08 1:03 PM for everyone Bagi saudara-saudara ku semua yang ingin beramal membantu pembangunan Masjid Raya Sumatera Barat, silahkan melalui :
BANK NAGARI SUMATERA BARAT REKENING NO : 2101.0105.00011-2 A/N : PANITIA PEMBANGUNAN MASJID RAYA SUMATERA BARAT. Sekretariat Panitia Pembangunan Masjid Raya Sumbar Jl. Jend.Sudirman no. 51 Padang- Sumbar Sekretaris Umum : Drs.H.Kafrawi Bakhtiar ( 081374390090 ) Posted by Ade on Nov 23, '08 3:38 PM for everyone Festival memasak sebanyak 1.001 ekor itik menjadi masakan khas "gulai itiak hijau" (gulai itik hijau) oleh 3.003 orang peserta dalam rangkaian kegiatan "Rang Minang Baralek Gadang" (pesta besar orang Minang, red) akan masuk dalam catatan Museum Rekor Indonesia (Muri). Festival masak "gulai itiak hijau" itu adalah yang terbesar digelar di Indonesia dengan jumlah itik disembelih sekaligus dan jumlah peserta memasak terbanyak, kata Ketua Pelaksana "Rang Minang Baralek Gadang", Syaharman Zamhar kepada ANTARA di Padang, Jumat. Pesta "Rang Minang Baralek Gadang" digelar 19 hingga 24 Desember 2008 dipusatkan di Nagari Koto Gadang Kabupaten Agam, menurut rencana akan dihadiri Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla. Selain demo memasak "gulai itiak hijau", juga digelar tujuh kegiatan seni budaya Minangkabau lainnya yang dilaksanakan tersebar di Kota Bukittinggi, Padang, Pariaman, Solok, Kabupaten Agam, Tanah Datar, Solok dan daerah lain di Sumbar. Demo memasak "gulai itiak ijau" satu kegiatan utama yang dilaksanakan di Nagari Koto Gadang seusai pembukaan pesta adat budaya itu dan menurut rencana akan ditinjau oleh para tamu kehormatan pesta dan dipantau oleh Muri. Para tamu juga akan mendapat penjelasan tentang "gulai itiak hijau" dan bagaimana cara membuatnya dan bumbu apa yang dipakai, tambahnya. "Gulai itiak hijau" berbahan baku utama daging segar itik dan cabe hijau (muda) itu merupakan salah satu masakan khas Minangkabau yang berasal dari Nagari Koto Gadang. Dalam kegiatan itu pada peserta berasal dari semua keluarga di Nagari Koto Gadang yang diundang panitia untuk ikut festival dan masakan yang dibuat akan dibawa ke tempat pembukaan pesta "Rang Minang Baralek Gadang" untuk disantap bersama-sama dalam tradisi duduk barapak (duduk bersila). Sebelum dimakan bersama-sama, dilakukan demo memasak "gulai itiak hijau" oleh lima orang mande (orang tua perempuan, red) yang dipilih oleh panitia. "Jadi para tamu dan peserta Rang Minang Baralek Gadang" akan menyaksikan secara langsung prosesi pembuatan masakan khas Koto Gadang itu sebagai salah satu daya tarik wisata kuliner Sumbar," kata Syaharman. Sumber : Antara Posted by Ade on Nov 23, '08 3:34 PM for everyone Inilah perhelatan besar di ujung tahun di Ranah Minang. Melibatkan berbagai elemen. Mulai dari Pemprov hingga Pemerintah Nagari. Melibatkan tokoh-tokoh besar hingga masyarakat biasa. Ada 15 Item kegiatan yang digagas dalam rangka, Hari Bela Negara, Milad Muhammadiyah, 100 Tahun Kebangkitan Nasional, Syukuran Muhammad Natsir. Ketua Pelaksana Syaharman Zanhar, menyatakan, acara ini tergabung dalam event Rang Minang Baralek Gadang. Digelar 19-24 Desember dengan tujuh kelompok kegiatan. “Di tujuh tempat yang terletak di kota dan kabupaten,” ungkap Syaharman Zanhar di sela-sela rapat persiapan, Kamis (13/11). Kelompok pertama, dipusatkan di Kabupaten Agam, di Kotogadang. Yaitu, Pembukaan Rang Minang Baralek Gadang, Peluncuran Nagari Cyber, Festival 1001 Belanga Gulai Itiak Ijau, Kongres (Silaturahmi Besar) Rang Minang. Sedangkan kelompok kedua di Pasar Amor Kabupaten Agam, dengan acara Bazaar Dagang produk Nagari Daerah Sumatera Barat bagian Utara. Festival dan Bazar Kuliner dari nagari-nagari se-Sumbar Bagian Utara, Festival Kesenian Rakyat nagari se-Sumbar bagian Utara, Pasar Murah oleh para distributor Sumbar dan para produsen lokal Bursa Tenaga Kerja untuk wilayah Sumbar bagian Utara. Kelompok ketiga digelar di Batubatupang Kabupaten Solok, kegiatannya sama dengan di Pasar Amor, yaitu Bazar Dagang produk Nagari Daerah Sumbar bagian Timur. Perhelatan besar ini direncanakan dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla dan beberapa menteri terkait. Di samping itu tokoh Minang dan organisasi rang Minang di perantauan. “Acara besar membutuhkan dukungan semua pihak. Sebagai ajang silaturahmi, wisata dan kebudayaan,” ujar Syaharman. Ada banyak tokoh, pengusaha, yang masuk dalam kepanitiaan. Ketua Umum Penyelenggara perhelatan ini Leonardy Harmaini Dt Bandaro Basa, didampingi Sekretaris Umum Penyelenggara H Sutan Zaili Asril. Sedangkan Pembina terdiri dari tokoh perantau secara nasional, seperti Fahmi Idris, Emil Salim, Azwar Anas dll. “Sebagai acara terbuka untuk rang Minang, maka panitia pelaksana akan membuka kesempatan bekerja sama antar elemen maupun tokoh Minang baik yang ada di perantauan maupun di kampung halaman,” papar Syaharman. Sumber: Padang Ekspres Posted by Ade on Aug 13, '08 3:19 PM for everyone KOTA SAWAHLUNTO Kota Sawahlunto awalnya merupakan areal persawahan yang berada dalam wilayah adat Nagari Kubang. Sejak Tahun 1887 Sawahlunto mulai dirancang oleh Pemerintah Hindia Belanda sebagai kota yang berorientasi pada industri tambang batubara. Kota ini dipersiapkan sebagaimana layaknya sebuah kota, dengan jaringan jalan, penataan bangunan, system drainase dan sanitasi yang sempurna. Pada tahun 1998 setelah beroperasi lebih dari seratus tahun, eksploitasi tambang terhenti karena stagnasi batubara. Kota tambang ini kemudian tumbuh menjadi suatu Kota Wisata Tambang yang Berbudaya. Keunikan kota yang berjarak 95 KM dari kota Padang ini, terletak pada bangunan sejarah, bekas industri tambang, wisata kerajinan, wisata pendidikan dan wisata kuliner. Saat ini Pemeintah Kota Sawhalunto tengah mengembangkan wisata rekreasi dengan hadirnya water boom Muaro Kalaban dan Taman Satwa Kandi. Keragaman budaya multietnis yang dipertahankan oleh masyarakat Sawahlunto memberi warna dan sentuhan istimewa bagi pariwisata kota ini. KAWASAN KOTA LAMA Dipusat kota lama kita dapat menikmati indahnya arsitektur bangunan bersejarah berlanggam Indies dan Pecinan. Masjid Agung Nurul Islam berdiri di areal bekas bangunan pembangkit listrik pertama di Sawahlunto. Tepat dibawah mesjid, terdapat bunker yang dulunya pernah digunakan sebagai tempat merakit senjata, mortar dan granat tangan. Disamping mesjid yan berdiri tahun 1955 ini, terdapat menara mesjid setinggi 80 meter. Menara ini pada mulanya merupakan cerobong asap pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) pertama di Sawahlunto. Selain mesjid, terdapat berbagai bangunan bersejarah lainnya seperti rumah Asisten Residen, Rumah Controlleur Belanda, Rumah Dokter, Rumah Demang, Rumah Fak Sin Kek yang sekarang menjadi Souvenir dan Coffe Soup, Gedung Sekolah Santa Lucia, Gereja Kristen Katolik, Gedung Societeit dan lainnya. GEDUNG PUSAT KEBUDAYAAN Gedung ini didirikan pada tahun 1910. Awalnya gedung ini bernama Gluck Auf, merupakan tempat berkumpul pejabat colonial untuk berdansa dan berpesta, lalu gedung ini bernama gedung Bola berfungsi sebagai arena billiard dan bowling. Selanjutnya gedung ini berfungsi sebagai tempat pertemuan para pejabat colonial. Sejak kemerdekaan, gedung ini digunakan oleh masyarakat untuk pertunjukan seni dan berubah nama menjadi gedung Pertemuan Masyarakat. Gedung ini sempat pula disewakan kepada Bank Dagang Negara. Mengingat nilai histories gedung ini maka pada tanggal 1 Desember 2006, gedung ini diresmikan sebagai Gedung Pusat Kebudayaan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia, Ir.Jero Wacik dan difungsikan sebagai gedung penampilan kesenian multietnis. MUSEUM KERETA API Seratus lima puluh meter dari Masjid Agung Nurul Islam, terdapat Museum Kereta Api yan diresmikan pada tanggal 17 Desember 2005 oleh Wakil Presiden Republik Indonesia, Bapak H.M.Yusuf Kalla. Museum ini didirikan di Stasiun Kereta Api Sawahlunto yang dibangun tahun 1918. Saat ini terdapat sejumlah koleksi indoor dan outdoor berupa peralatan dan gerbong-gerbong tua yang pernah dipergunakan. KERETA API WISATA Dari museum Kereta Api, kita dapat menikmati perjalanan nostalgia dengan lori wisata melewati perbukitan menuju Stasiun Muaro kalaban. Perjalanan ini akan melewati Lubang Kalam, terowongan dengan panjang 835 m yang merupakan situs terpenting dalam sejarah perkeretaapiaan Sawahlunto – Teluk Bayur. Di dalam terowongan terdapat 32 bilik berukuran 2x1 meter sebagai tempat perlindungan bagi pejalan kaki jika berada dalam terowongan. Terowongan ini dibuat oleh orang rantai (Orang hukuman yang dipekerjakan secara paksa pada masa penjajahan Belanda) mulai 18 Oktober 1892 sampai 1 Januari 1894. MUSEUM GUDANG RANSUM Museum ini berada di Kelurahan Air Dingin yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari prosesi pertambangan di Sawahlunto. Bangunan yang didirikan tahun 1984 ini berfungsi memenuhi kebutuhan makanan seluruh pekerja dan buruh tambang (orang rantai)yang jumlahnya ribuan orang. Para pekerja tambang ini berasal dari perbagai daerah di pulau Jawa, Sulawesi dan Kalimantan. Bangunannya terdiri dari Dapur Umum, Dapur, Gudang es, Gudang Makanan Mentah, Gudang Beras, Menara Asap dan Power Strom. Disini anda dapat melihat proses pembuatan dan membeli karya seni ukiran dari batubara sebagai cinderamata. WATER BOOM MUARO KALABAN Objek wisata waterboom Pool and Garden Muaro Kalaban yang terletak di pinggir jalan lintas Sumatera merupakan waterboom pertama di Sumatera Barat. Objek wisata ini diresmikan pada tanggal 1 Desember 2006 oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Republik Indonesia Ir.Jero Wacik. Fasilitas yang ada antara lain kolam orang dewasa dan remaja dengan waterslide/seluncuran, kolam balita, pujasera/café, fasilitas kamar bilas, toilet, gazebo, dan dalam waktu dekat akan dikembangkan arena flying fox. TAMAN SATWA KANDI Saat ini, taman satwa Kandi yang berada di areal seluas 5 ha dekat danau Tandikek ini mempunyai koleksi berbagai binatang, seperti : Gajah tunggangan, unta, monyet, kangguru, ular, kelinci, rusa jawa, burung hantu, bido, kura-kura, musang, merpati dan angsa. Untuk pengembangan Taman Satwa Kandi ini setiap tahun jenis koleksi satwa akan ditambah juga akan terus dilakukan perbaikan sarana seperti gazebo, jalan setapak taman dan lampu taman, serta penataan kawasan danau tandikek. MAKAM PROF.MR.H.MUHAMMAD YAMIN Prof.MR.H Muhammad Yamin merupakan salah seorang putra terbaik bangsa Indonesia yang dilahirkan dan dimakamkan di Talawi kota Sawahlunto. Diantara jasa-jasanya beliau merupakan konseptor Pancasila dan pencetus lambing Gajah Mada. Beliau pernah menjadi Rektor Universitas PBB. Sebagai seorang sastrawan beliau pernah mengarang buku Ken Arok dan Kendedes (1946), Gajah Mada (1948), Diponegoro (1945), Tan malaka (1948), Suta Dharma (1955) dll. Atas jasa-jasa beliau sebagai pejuang di bidang politik, pemerintahan, keamanan, pendidikan, sastra dan bahasa, maka pemerintah memberikan gelar Pahlawan Nasional disamping beberapa bintang jasa dari Presiden Republik Indonesia. Tempat ini dilengkapi perpustakaan. Disini kita dapat menggali sejarah bangsa dengan meneladani beliau sebagai sosok anak bangsa Indonesia yang turut mengukir sejarah Indonesia. KERAJINAN TANGAN Keberadaan buruh tambang yang berasal dari berbagai daerah dan etnis membuat berbagai industri kerajinan tumbuh dan berkembang. Beberapa produk kerajinan khas Sawahlunto yaitu, kerajinan sapu lidi dan sapu ijuk di Silungkang, anyaman dan tembikar di Talawi dan yang paling terkenal adalah Tenun Silungkang. TENUN SILUNGKANG Tenun Songket tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat Minangkabau. Silungkang yang berada dikawasan Sawahlunto merupakan daerah penghasil songket yang terkenal dari dahulu kala. Kepandaian membuat songket diwariskan turun temurun. Saat ini, tidak hanya songket tradisi, tenun Silungkang berkembang mengikuti kebutuhan dengan beragam bahan motif, corak dan warna serta dapat pula digunakan sehari-hari untuk bahan pakaian dan sarung. Di Silungkang kita dapat menyaksikan tahap-tahap dalam menenun, memilih dan membeli berbagai tenun berkualitas. KULINER Di Sawahlunto kita dapat menemukan keragaman makanan dari berbagai daerah karena seni kuliner yang tetap dipertahankan oleh masing-masing etnis. Dendeng batokok adalah salah satu makanan spesifik daerah ini. Dendeng batokok terbuat dari potongan daging sapi yang dipanggang dan ditipiskan dengan cara dipukul-pukul, kemudian disajikan bersama minyak tanak dan dimakan bersama nasi hangat, sambal pedas dan sayuran segar. BUDAYA Banyaknya pekerja tambang dari berbagai etnis yang datang ke Sawahlunto membuat kota ini kaya akan keragaman warisan seni dan budaya. Keragaman warna seni dan budaya ini tetap dipertahankan masyarakat Sawahlunto sampai sekarang. Jika anda berkunjung ke Sawahlunto anda dapat menyaksikan pertunjukan kuda kepang, reog, wayang kulit, tari tor-tor, campur sari dan barongsai. Seni tradisi Minangkabau pun menonjol disini adanya tabuik, randai, selawat dulang, dan tari-tarian lainnya. Bahkan beberapa tarian di Sawahlunto merupakan akulturasi budaya multietnis. TARIAN Tari tanun dan Tari Tambang merupakan 2 tarian khas Sawahlunto. Tari tenun menggambarkan kegiatan wanita minang dalam proses menenun. Tari tambang menggambarkan proses penambangan batubara di masa lampau. MAKAN BAJAMBA merupakan even tahunan yang digelar untuk memeriahkan Ulang Tahun Kota Sawahlunto setiap tanggal 1 Desember. Makan bersama secara adapt ini diikuti oleh seluruh penduduk kota Sawahlunto dari berbagai etnis. Dalam kegiatan tersebut berbagai rombongan datang berbusana adat minang Posted by Ade on Aug 13, '08 2:00 PM for everyone OBJEK WISATA DI SUMATERA BARAT PADANG PANTAI PADANG Jika ingin mengunjungi objek wisata Pantai Padang sangatlah mudah. Karena terletak hanya beberapa meter saja dari pusat kota,akses ke pantai cukup dekat. Bahkan bisa ditempuh dengan berjalan kaki beberapa menit saja. Pantai Padang yang memanjang dari utara ke selatan, memiliki hamparan laut nan biru dengan deburan ombak yang bergulung, sementara di kejauhan terlihat beberapa pulau dengan pasirnya yang menawan. Orang Padang menyebutnya Tapi Lauik (tepi laut ), atau Taplau (singkatan tapi lauik) istilah anak muda disini... Keindahan dan deburan ombak Pantai Padang terasa lebih nikmat jika ditemani dengan menyantap berbagai jajanan yang memang banyak dijajakan sepanjang pantai. Ada goreng udang,goreng pisang, jagung panggang, pisang baker dan lainnya . Suasana akan semakin ramai saat mentari perlahan terbenam diufuk menyisakan segurat cahaya merah jingga temaram dikaki langit. Iringan sepeda motor dan mobil yang dikendarai muda-mudi terlihat berseliweran hanya untuk menikmati indahnya senja menjelang. Sementara di tepi pantai, segerombolan anak muda masih terlihat asyik bermain bola pantai . Begitu juga dengan para penyuka parasailing dan selancar, larut dalam deburan ombak Pantai Padang. Kearah Muara,sekumpulan anak muda tengah asyik bermain basket dan bercengkrama sesamanya. Tak jauh dari sana, penjual telur asin dan talua katuang (telur penyu) disinggahi para pembeli yang ingin merasakan telur yang konon berkhasiat bagus untuk kesehatan itu. Di ujung Pantai didaerah Muara Padang terdapat Gunung Padang yang agak menjorok ke laut. Digunung ini terdapat kuburan Siti Nurbaya dan beberapa lubang pertahanan tentara Jepang pada perang dunia II, masih ada beberapa meriam peninggalan perang di sekeliling Gunung Padang . PANTAI AIR MANIS & BATU MALIN KUNDANG Sebuah kampung nelayan dengan pemandangan pantai yang indah dan bersih, berdekatan dengan Pulau Pisang Ketek (kecil) dan Pulau Pisang Gadang (besar). Pada saat pasang surut kita bisa menyeberang ke Pulau Pisang Ketek dengan berjalan kaki. Disini terdapat legenda Batu Malin Kundang si anak durhaka... berjarak kira-kira 4km dari pusat kota Padang, atau 30 menit dengan mobil. Bagi yang suka trakking bisa berjalan kaki dari Muara Padang melewati Gunung Padang menuju Pantai Air Manis...Menikmati panorama laut dari ketinggian Gunung Padang (200m dpl) akan sangat mengasyikan,1 jam perjalanan tidak akan terasa berat...lagian medan yang ditempuh juga tidak terjal dan berat seperti pendakian gunung.... PANTAI BUNGUS Lokasi wisata pantai yang berdekatan dengan pulau-pulau kecil di sekitarnya...bagi yang hobi mancing bisa melakukannya di sekitar pulau-pulau kecil tersebut..pemandangan yang indah dan pantainya yang berpasir putih menjadikan pantai bungus salah satu tujuan wisatawan...disekitar pantai ini banyak rumah makan yang menyediakan menu khusus gulai ikan dan gulai kepala ikan... MUSEUM ADITYAWARMAN Terletaknya di Jl Diponegoro 10 atau hanya berjarak sekitar 500 m dari terminal bis. Museum ini dibangun dalam bentuk rumah adat Minangkabau Gajah Maharam dan dilengkapi dengan dua lumbung padi di depannya. Terdapat sejumlah koleksi benda-benda pra-sejarah, barang-barang antik seperti keramik, catatan-catatan tua bersejarah, peragaan etnografis kebudayaan Minang dan Mentawai, serta benda-benda bersejarah lainnya lengkap dengan penjelasan mengenai kebudayaan daerah. Di Museum ini juga dapat dilihat berbagai pernak-pernik dan penjelasan mengenai tradisi dan adapt istiadat masyarakat Minang serta aktivitas kehidupannya . PADANG KOTA LAMA (Kampung Cina) Cobalah untuk berjalan-jalan menelusuri suatu kawasan tua kota Padang yang dinamakan Kampung Cina yang terletak di sebelah selatan dari pusat bisnis dan perdagangan kota Padang. Di Kampung Cina ini mulai dari Jl Hiligoo terus ke selatan menuju Jl Pondok dan Jl Niaga Anda akan menemukan rumah-rumah tua milik keluarga Cina yang di bangun pada awal abad lalu. Kampung Muara Di ujung selatan Jl Niaga, belok ke kanan, Anda akan menemukan Jl Batang Arau yang menelusuri sungai Batang Arau. Jalan ini akan membawa Anda menuju ke Kampung Muara melewati sederetan kapal-kapal kecil yang berlabuh di Sungai Batang Arau. Di sisi jalan terdapat deretan gudang-gudang tua yang berusia lebih dari seabad. Kawasan pelabuhan kecil ini dulu pernah mengalami kejayaan pada tahun 1920-an ketika produksi kopi dari Sumatera Barat mencapai puncaknya. MESJID RAYA GANTIANG Mesjid Raya Gantiang adalah mesjid tertua di Kota Padang. Awalnya mesjid ini dibangun pada tahun 1700 M dalam bentuk semi permanen di tepi Batang Arau. Mesjid tersebut kemudian dibongkar oleh pemerintah kolonial Belanda, karena di tempat tersebut akan dibangun jalan menuju Pelabuhan Emma Haven di Teluk Bayur. Mesjid kemudian dipindahkan ke daerah Gantiang. Tanah tempat berdirinya masjid merupakan tanah wakaf dari masyarakat Gantiang. Pembangunan mesjid didesain oleh beberapa tokoh masyarakat setempat, seperti; Angku Gapuak, seorang pedagang dari Pasa Gadang; Angku Syekh Haji Uma, kepala kampung di Pasa Gadang; Angku Syekh Kapalo Koto, ulama dan tokoh agama. Sedang pendanaannya didapat dari donatur dari beberapa daerah, seperti: Aceh, Medan, Sibolga, dan Minangkabau sendiri. Pembangunan dilakukan oleh masyarakat dengan bergotong royong di bawah pimpinan seorang militer Belanda, sebagai salah satu bentuk tanggung jawab moral dari pemerintah kolonial Belanda karena telah membongkar mesjid pertama yang berada Batang Arau. Pada tahun 1819, pembangunan masjid tahap awal berhasil diselesaikan yaitu sebuah masjid permanen dengan ukuran 30 x 30 m yang dilengkapi dengan serambi (teras) selebar 4 m. Selanjutnya, pembangunan dilakukan secara bertahap untuk melengkapi bagian yang belum sempurna. Arsitektur mesjid ini merupakan gabungan dari berbagai corak arsitektur, seperti: Belanda, Persia, Timur Tengah, China dan Minangkabau. Konstruksi masjid terbuat dari bahan bermutu tinggi. Bahan dari kayu, seperti: Kayu Ulin didatangkan dari Bangkinang, Riau; Kayu Rasak didatangkan dari Indrapura; dan Kayu Kapur dari Pasaman. Sementara komposisi lain, seperti seng, ubin dan semen didatangkan dari Eropa. Untuk bagian interior, seperti mimbar, dibuat dan diukir dengan ukiran Tiongkok yang merupakan sumbangan dari seorang saudagar China yang beragama Islam. Sedangkan lantainya dipasang ubin khusus yang didatangkan dari Jerman yang dibawa oleh perusahaan Belanda pada tahun 1910. Di samping itu, terdapat 25 tiang penyangga yang bermakna sebagai simbol dari 25 nabi dan rasul, dan juga terdapat beberapa ukiran indah dalam bentuk tulisan kaligrafi yang menghiasai masjid tersebut. PULAU SIKUAI Pulau Sikuai merupakan salah satu pulau yang terhampar disepanjang pantai barat Sumatera. Dapat dicapai hanya 45 menit dengan perahu dari pelabuhan Muara Padang. Di pulau ini terdapat sebuah resort (Sikuai Island Resort) dengan 21 cottage yang berkapasitas 45 kamar…Disini kita dapat menikmati keindahan pantai dan banyak aktivitas baharinya.. TAMAN HUTAN RAYA BUNG HATTA Terletak 18 km arah ke timur kota pada ketinggian 400-1300 M dpl. Luas Kawasan yang menjadi bagian Kota Padang + 240 ha dengan topograpi bergelombang berupa bukit, tebing, dan lembah yang curam serta terjal. dengan suhu udara 130 C-260 C. Kawasan konservasi ini kaya akan flora-fauna, seperti Raflesia Gaduansi, Balangphora SP, Amorphopalus (bunga bangkai), Anggrek Alam dan satwa langka, Siamang, Kambing Hutan, Tapir, Beruang, Harimau Sumatra, Burung Kuau, dll. Tersedia Fasilitas wisata : guest house, tempat camping, jalan setapak, tempat peninjauan, parkir dan restoran. Trekking, menyaksikan flora dan fauna, camping, bersantai menikmati segarnya udara sambil menyaksikan panorama Kota Padang dengan latar belakang Samudera Hindia sangat cocok dilakukan di kawasan ini.
BUKITTINGGI AIR TERJUN LEMBAH ANAI Lingkungan Lembah Anai sangat mengagumkan. Hutan tropis yang lebat yang mengesankan dan merupakan hutan lindung. Didasarnya mengalir Sungai Batang Anai dengan airnya yang bening dan kelihatan sebuah air terjun setinggi 40 meter dekat sekali dengan jalan raya. JAM GADANG Jam Gadang merupakan bangunan menara yang tinggi menjulang dengan megahnya, beratapkan khas Minangkabau, terletak di tengah kota Bukittinggi. Jam Gadang menjadi landmark dan lambang kota Bukittinggi, dibangun di atas bukit yang bernama Bukit Kandang Kerbau pada jaman Pemerintahan Belanda tahun 1827 oleh Contraleur (Sekretaris Kota) Rook Maker. Dari puncak menara kita dapat menikmati dan menyaksikan betapa indahnya alam di sekitar kota Bukittinggi yang dihiasi Gunung Merapi, Gunung Singgalang, Gunung Sago dan Ngarai Sianok. Selain itu, Jam Gadang juga berguna sebagai penuntun bagi masyarakat sekitar untuk mengetahui waktu. Yang unik pada Jam Gadang adalah angka 4 yang tertulis IIII. BENTENG FORT DE KOCK Benteng ini dibangun di pincak di dalam kota Bukittinggi tahun 1825 pada waktu terjadi perlawanan rakyat yang dipimpin oleh Tuanku Imam Bonjol dan Harimau Nan Salapan terhadap Belanda. Disekitar Benteng ini masih dapat kita lihat meriam kuno periode abad XIX Masehi. Tempat yang luas ini telah dihiasi dengan taman sebagai tempat ketinggian menyaksikan, Ngarai Sianok dan perbukitan sekitarnya terdapat meriam kuno dan bangunan benteng. Ini merupakan tempat terbaik di Bukittinggi menyaksikan Sunset. TAMAN BUNDO KANDUANG Dari benteng Fort de Kock Anda dapat berjalan kaki ke Taman Bundo Kandung melalui sebuah jembatan kecil yang melintas diatas jalan Ahmad Yani. Nama taman ini mengacu kepada legenda tentang ibu utama (great mother) dari suku Minangkabau, simbol dari sistem kekeluargaan matrilineal pada adapt Minangkabau. Di Taman Bundo Kandung ini terdapat kebun binatang dan sebuah museum yang dibangun oleh pemerintah Belanda pada tahun 1934. Museum ini adalah museum tertua di Sumatera Barat. Bangunannya merupakan rumah adat minang yang indah dilengkapi dengan tempat penyimpanan (lumbung) beras serta patung-patung berwarna-warni di depannya. NGARAI SIANOK Ngarai Sianok terletak di Pusat kota Bukittinggi, membujur dari Selatan Nagari Koto Gadang terus ke Utara, Nagari Sianok Enam Suku dan berakhir di Palupuh dengan panjang 15 km, kedalaman 100 meter dan lebar 200 meter. Ngarai Sianok atau Lembah Pendiam ini merupakan suatu lembah yang indah, hijau dan subur, didasarnya mengalir sebuah anak sungai yang berliku-liku menelusuri celah-celah tebing yang berwarna-warni dengan latar belakang gunung Merapi dan Singgalang yang menghijau merupakan alam yang mempesona. Keunikan Ngarai ini mudah dicapai, sebuah Ngarai di pusat kota yang tidak ditemui di kota-kota lainnya di dunia. Keindahan alam Ngarai Sianok yang mempesona itu selalu diabadikan oleh wisatawan dengan mengambil foto-foto serta sebagai imajinasi bagi para pelukis. Perjalanan menjelajah dengan melalui jalan setapak di lembah Ngarai merupakan rekreasi yang menarik, bila perjalanan terus keseberang Ngarai dalam waktu 45 menit anda akan sampai di Nagari Koto Gadang sebagai Nagari asal beberapa orang pemimpin bangsa Indonesia antara lain : H.Agus Salim dan Emil Salim. KOTO GADANG Koto Gadang merupakan sebuah Kenagarian (desa) yang melahirkan banyak tokoh-tokoh Nasional, mulai dari politikus, ilmuwan hingga sastrawan. Pernah pada suatu waktu mantan Presiden Soekarno datang ke Koto Gadang dan berujar “Koto Gadang, kotanya kecil, tetapi hatinya gadang (Koto Gadang, kotanya kecil tapi hatinya besar). Koto Gadang terkenal dengan pusat kerajinan perak dan songket Minang. Bahkan sejak masa penjajahan Belanda, kerajinan perak dan songket Koto Gadang sudah berkembang dengan pesat. Ketika itu, hasil kerajinan Koto Gadang sering di beli oleh istri para pejabat Belanda yang bertugas di Bukitinggi. Para istri tersebut membeli kerajinan untuk dipakai dan bahkan ada juga yang dibawa pulang ke negari mereka sebagai oleh-oleh. sejak tahun 1911 kerajinan perak dan songket Koto Gadang telah memiliki brand image yang dikenal di dunia, dan selalu menjadi incaran wisatawan yang berkunjung ke kota ini. Motif kerajinan perak Koto Gadang dibuat dalam berbagai bentuk seperti perhiasan, aneka macam aksesori pakaian, aneka pajangan hingga miniatur rumah adat tradisional Minang. Perak Koto Gadang memiliki motif yang halus, warnanya tidak mengkilat, dengan kesan seperti doff dalam nuansa putih susu yang elegan. Ringan dan elok, bila dipadukan dengan songket Koto Gadang yang indah dan halus, dan cocok untuk menghadiri acara-acara resmi dan pesta. LOBANG JEPANG Terowongan ini panjangnya lebih 1.400 meter berkelok-kelok dibuat oleh tentara Jepang pada periode 1942, terletak di tengah taman panorama di Ngarai Sianok di bawah kota Bukittinggi, dengan lebar lebih 2 meter. Di dalam gua terdapat berbagai keperluan ruangan untuk kantor, rumah sakit, makanan dan persenjataan. Pintu masuk gua terdapat dibeberapa tempat, seperti di Ngarai Sianok, di Panorama, di samping Istana Bung Hatta dan di Kebun Binatang Bukittinggi. Rakyat setempat menamakan ini adalah Lobang Jepang. GEDUNG TRI ARGA / ISTANA BUNG HATTA Gedung yang terletak di kota Bukittinggi ini masa dahulu merupakan pusat pemerintahan darurat Republik Indonesia tahun 1947. Hal ini disebabkan oleh agresi Belanda yang ingin memecah belah bangsa kita. Untuk mengenang jasa Proklamator Bung Hatta, gedung Tri Arga diganti nama dengan Istana Bung Hatta. PANDAI SIKEK Pandai Sikek dikenal sebagai daerah pusat kerajinan ukiran dan tenunan Kain Songket. Pandai Sikek terletak di kaki Gunung Singgalang lebih kurang 10 km sebelum memasuki kota Bukittinggi dengan pemandangan yang indah. Disini kita juga dapat melihat kehidupan masyarakat yang bertani secara tradisional. Desa ini memiliki 1000 buah alat tenun. Lukisan kayu dan perabot rumah tangga juga dibuat disini. TAMAN RAFFLESIA Kawasan perlindungan bunga Rafflesia terletak di Desa Palupuh, 16 Km utara Bukittinggi. Rafflesia Arnoldi adalah bunga terbesar di dunia yang hanya terdapat di Sumatera. Wisatawan datang melihat bunga langka ini pada saat mekar yaitu antara bulan Agustus dan November. Anda dapat menghubungi kantor wisata di Bukittinggi jika ingin melihat bunga ini pada saat mekar. JANJANG SERIBU Janjang 1000 (tangga 1000) disebut demikian karena jumlah anak tangganya seribu anak tangga. Merupakan objek wisata yang masih alami, berliku-liku menelusuri celah-celah tebing. Jenjang 1000 ini digunakan oleh masyarakat setempat untuk mengambil air minum ke lembah Ngarai Sianok, disamping untuk berolah raga jalan kaki dengan latar belakang gunung Merapi dan Singgalang yang angun dan mempesona. Pada tempat wisata ini tersedia tempat peristirahatan (kopel) WC, kolam pancing, lokasi camping serta lapangan parkir yang luas. Disamping itu kita menyaksikan perilaku binatang liar seperti kera yang berkeliaran sambil bermain dan melompat dari dahan ke dahan dan burung-burung berkicau bernyanyi menghibur para pengunjung JANJANG AMPEK PULUH Janjang Ampekpuluh (tangga Empat Puluh) ini dibangun pada tahun 1908 yang pada awalnya merupakan sebagai penghubung antara Pasar Atas dengan Pasar Bawah. Sebagai salah satu objek wisata di Kota Bukittinggi, jenjang ini telah memberikan inspirasi kepada pencipta lagu Minang Syahrul Tarun Yusuf dengan judul lagu "Andam 0i” RUMAH BUNG HATTA Salah satu objek wisata budaya adalah Rumah Kelahiran Bung Hatta, rumah ini adalah tempat lahirnya Muhammad Hatta atau yang lebih akrab dipanggil Bung Hatta yang merupakan seorang tokoh nasional dan internasional, seorang pejuang dan proklamator kemerdekaan Indonesia. Rumah ini berlokasi di Jalan Soekarno Hatta merupakan salah satu alternatif obyek wisata bila berkunjung ke Bukittinggi. Dan didalamnya juga terdapat foto-foto kenangan Bung Hatta dan keluarga. ADU KERBAU Adu kerbau merupakan salah satu atraksi dan permainan anak nagari di Minangkabau, dimana dua ekor kerbau diadu untuk saling bertarung. Kegiatan ini masih kerap dijumpai di desa-desa di Sumatera Barat. Salah satunya yang rutin dilaksanakan di desa Padang Laweh, sebuah desa kecil yang terletak 10 kilometer dari Bukittinggi. Atraksi ini diselenggarakan setiap Selasa dan Sabtu pukul 15.00 wib DANAU MANINJAU Danau Maninjau merupakan danau vulkanik, berada di ketinggian 461,50 meter di atas permukaan laut. Luasnya sekitar 99,5 km² dan memiliki kedalaman maksimum 495 meter. Keberadaan Danau Maninjau menciptakan sebuah cerita legenda Bujang Sembilan, yang dipercaya keberadaannya oleh masyarakat sekitar. Alkisah ada satu keluarga terdiri dari 10 orang, 9 orang laki-laki (bujang) dan seorang perempuan bernama Sani. Keelokkan paras dan perilaku Sani menjadi daya pikat tersendiri bagi seorang pemuda bernama Sigiran. Singkat kata mereka kemudian menjalin asmara. Suatu hari mereka dituduh telah melakukan perbuatan amoral oleh para bujang. Untuk membuktikannya, mereka melompat ke kawah gunung Tinjau. Mereka bersumpah jika mereka melakukan tindak amoral maka gunung ini tidak akan meletus, dan jika mereka tidak melakukan tindakan amoral maka gunung ini akan meletus. Akhirnya gunung tersebut meletus dan hasil letusan tersebut membentuk kawah besar yang kemudian diisi oleh air dan menjadi danau seperti sekarang. Presiden Pertama RI Ir. Soekarno pada suatu ketika berkunjung ke Danau Maninjau dan takjub dengan keindahannya. Untuk mengungkapkan kekagumannya tersebut ia menulis sebuah pantun yang berbunyi : “Jika makan arai Pinang, makanlah dengan sirih yang hijau, jangan datang ke Ranah Minang, kalau tak mampir ke Maninjau”. Pantun yang ditulis oleh Presiden pertama RI ini, cukup mewakili untuk menggambarkan keindahan panorama alam Danau Maninjau nan eksotis. Danau Maninjau terletak di Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, Untuk bisa mencapai Danau Maninjau, perjalanan ditempuh melalui jalur darat. Ada 2 alternatif jalur untuk menuju ke Danau maninjau. Pertama, memasuki jalur dari Barat dan Kedua dari Timur. Dari Barat, perjalanan dimulai dari Padang melewati jalur Pariaman menuju Lubuk Basung (ibu kota Kabupaten Agam), lebih kurang ditempuh selama 1 ½ jam. Dan dari timur, perjalanan dimulai dari Padang menuju Bukittinggi dan dari kota Bukittinggi perjalanan dilanjutkan ke Danau Maninjau melewati kelok 44 Di sekitar Danau Maninjau banyak hotel yang bisa dijadikan untuk tempat menginap, mulai dari kelas berbintang sampai kelas melati. Di samping hotel, ada juga /home stay /yang dikelola oleh masyarakat, yang bias dijadikan sebagai alternatif bagi para wisatawan untuk tempat menginap. Sedangkan untuk mengobati rasa lapar, para wisatawan bisa memilih tempat makan yang disukai, karena banyak restoran-restoran yang tersedia disepanjang pinggir danau dengan menyajikan berbagai menu baik aneka masakan Padang maupun masakan dari mancanegara. PUNCAK EMBUN PAGI Sebelum mencapai Danau Maninjau kita akan berhenti sejenak di Embun Pagi di desa Padang Gelanggang 24 km dari Bukittinggi untuk menikmati udara yang sejuk dan nyaman sambil memandang keindahan Danau Maninjau dengan airnya yang membiru serta dikelilingi oleh bukit-bukit yang menghijau PUNCAK LAWANG Puncak Lawang, Matur dikenal sebagai penghasil gula tebu yang pembuatannya masih tradisional. Penggilingan tebunya masih memakai tenaga kerbau. Lokasi yang tepat di atas Danau Maninjau menyuguhkan pemandangan alam yang eksotik. Selain suguhan alamnya dipuncak ini banyak kegiatan wisata dapat dilakukan, diantaranya : - Paralayang, Gantole / Paramotor dilawang dan Bayur - Pertunjukan Kesenian Rakyat di Lawang dan Bayur - Permainan anak Nagari di Lawang dan Bayur - Lomba Layang-layang di Lawang dan Bayur - Wisata Ton di Matur - Lomba Perahu Naga dan Pancu Biduk di Muko-Muko. Posted by Ade on Aug 5, '08 6:22 PM for everyone Jarak Antar Kota Dalam Provinsi Sumatera Barat | KOTA | PDG | PNN | TPN | LBA | PRM | TKU | MGP | SMP | PP | BKT | PYK | BTS | SLK | SWL | SJJ | LSK | AB | SIT | MLA | | Padang | - | 77 | 213 | 35 | 56 | 93 | 105 | 178 | 72 | 91 | 124 | 102 | 64 | 95 | 127 | 168 | 347 | 233 | 134 | | Painan | 77 | - | 136 | 112 | 133 | 170 | 182 | 255 | 149 | 168 | 201 | 179 | 141 | 172 | 204 | 245 | 424 | 310 | 211 | | Tapan | 213 | 136 | - | 248 | 269 | 306 | 318 | 391 | 285 | 304 | 337 | 315 | 277 | 308 | 340 | 381 | 560 | 446 | 347 | | Lubuk Alung | 35 | 112 | 248 | - | 21 | 58 | 70 | 143 | 37 | 56 | 89 | 67 | 91 | 122 | 154 | 133 | 312 | 260 | 161 | | Pariaman | 56 | 133 | 269 | 21 | - | 37 | 49 | 122 | 58 | 77 | 110 | 88 | 112 | 143 | 175 | 154 | 333 | 281 | 182 | | Tiku | 93 | 170 | 306 | 58 | 37 | - | 12 | 85 | 95 | 114 | 147 | 125 | 149 | 180 | 212 | 191 | 370 | 318 | 219 | | Manggopoh | 105 | 182 | 318 | 70 | 49 | 12 | - | 73 | 107 | 126 | 156 | 137 | 161 | 192 | 224 | 178 | 147 | 330 | 231 | | Simpang Ampek | 178 | 255 | 391 | 143 | 122 | 85 | 73 | - | 180 | 199 | 232 | 210 | 134 | 265 | 297 | 105 | 74 | 403 | 304 | | Padang Panjang | 72 | 149 | 285 | 37 | 58 | 95 | 107 | 180 | - | 19 | 52 | 30 | 54 | 85 | 117 | 96 | 275 | 223 | 124 | | Bukittinggi | 91 | 168 | 304 | 56 | 77 | 114 | 126 | 199 | 19 | - | 33 | 49 | 73 | 104 | 136 | 77 | 256 | 242 | 143 | | Payakumbuh | 124 | 201 | 337 | 89 | 110 | 147 | 156 | 232 | 52 | 33 | - | 83 | 106 | 137 | 169 | 110 | 289 | 275 | 176 | | Batusangkar | 102 | 179 | 315 | 67 | 88 | 125 | 137 | 210 | 30 | 49 | 83 | - | 64 | 95 | 127 | 126 | 305 | 233 | 134 | | Solok | 64 | 141 | 277 | 91 | 112 | 149 | 161 | 134 | 54 | 73 | 106 | 64 | - | 31 | 63 | 150 | 329 | 169 | 70 | | Sawahlunto | 95 | 172 | 308 | 122 | 143 | 180 | 192 | 265 | 85 | 104 | 137 | 95 | 31 | - | 94 | 181 | 360 | 200 | 101 | | Sijunjung | 127 | 204 | 340 | 154 | 175 | 212 | 224 | 297 | 117 | 136 | 169 | 127 | 63 | 94 | - | 213 | 392 | 232 | 133 | | Lubuk Sikaping | 168 | 245 | 381 | 133 | 154 | 191 | 178 | 105 | 96 | 77 | 110 | 126 | 150 | 181 | 213 | - | 179 | 319 | 220 | | Air Bangis | 347 | 424 | 560 | 312 | 333 | 370 | 147 | 74 | 275 | 256 | 289 | 305 | 329 | 360 | 392 | 179 | - | 498 | 399 | | Sitiung | 233 | 310 | 446 | 260 | 281 | 318 | 330 | 403 | 223 | 242 | 275 | 233 | 169 | 200 | 232 | 319 | 498 | - | 239 | | Muara Labuh | 134 | 211 | 347 | 161 | 182 | 219 | 231 | 304 | 124 | 143 | 176 | 134 | 70 | 101 | 133 | 220 | 399 | 239 | - | | Keterangan : | | PDG : Padang | PP : Padang Panjang | AB : Air Bangis | | PNN : Painan | BKT : Bukittinggi | SIT : Sitiung | | TPN : Tapan | PYK : Payakumbuh | MLA : Muara Labuh | | LBA : Lubuk ALung | BSK : Batu Sangkar | | | PRM : Pariaman | SLK : Solok | | | TKU : Tiku | SWL : Sawah Lunto | | | MGP : Manggopoh | SJJ : Sijunjung | | | SPA : Simpang Ampek | LSK : Lubuk Sikaping | | Posted by Ade on Aug 3, '08 2:47 PM for everyone HOTEL DI SUMATERA BARAT Info hotel yang ada dibeberapa kota di Sumatera Barat. Anda yang membutuhkan informasi lebih detail dapat menghubungi saya disini....
PADANG | NO | HOTEL | CLASS | ALAMAT | | 1 | Hotel Bumiminang | **** | Jl. Bundo Kanduang | | 2 | Hotel Pangeran Beach | **** | Jl. Ir.Juanda | | 3 | Rocky Plaza Hotel | *** | Jl. Permindo | | 4 | Hotel Ambacang | *** | Jl. Bundo Kanduang | | 5 | Hotel Ina Muara | *** | Jl. Gereja | | 6 | Sikuai Island Resort | *** | Pulau Sikuai | | 7 | Hotel Pangeran City | ** | Jl. Dobi | | 8 | Hotel Mariani | ** | Jl. Bundo Kanduang | | 9 | Hotel Hang Tuah | * | Jl. Pemuda | | 10 | Hotel Femina | * | Jl. Bagindo Aziz Chan | | 11 | Hotel Bogainville | * | Jl. Bagindo Aziz Chan | | 12 | Hotel Padang | * | Jl. Bagindo Aziz Chan | BUKITTINGGI | NO | HOTEL | CLASS | ALAMAT | | 1 | The Hill Hotel | **** | Jl. Soekarno-Hatta | | 2 | Hotel Pusako | **** | Jl. Laras Datuk Bandaro | | 3 | Nuansa Maninjau Resort | *** | Embun Pagi, Maninjau | | 4 | Denai Int’l Hotel | ** | Jl. Dr.Rivai | | 5 | Hotel Gran Malindo | * | Jl. Panorama | | 6 | Hotel Benteng | * | Jl. Benteng | | 7 | Hotel Bukittinggi View | * | Jl. Bukittinggi-Medan Km 7 | | 8 | Hotel Dymen’s | * | Jl. Nawawi | | 9 | Hotel Ambun Suri | Melati | Jl. Panorama | | 10 | Hotel Nikita | Melati | Jl. Jend.Sudirman | | 11 | Hotel Lima’s | Melati | Jl. Kesehatan | SOLOK | NO | HOTEL | CLASS | ALAMAT | | 1 | Taufina Hotel | Melati | Jl.Bypass terminal Solok | | 2 | Ceredek Hotel | Melati | Jl.Dt.Perpatih Nan Sebatang | | 3 | Ully Hotel | Melati | Jl.Syekh Kukut | | 4 | Wisma Melati | Wisma | Jl.M.Yamin |
| |